Selamat hari Ibu semua nya :D
Setiap tahun tepat pada tanggal 22 desember ini, penduduk
Indonesia merayakan Hari Ibu. Apa kalian tau kenapa ada yang nama nya Hari Ibu?
Hari Ibu diperingati untuk lebih
mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam perbaikan kualitas
bangsa ini. Hari Ibu didedikasikan untuk R.A Dewi Sartika, sang pelopor pendidikan bagi Wanita Pertama di Indonesia,
jauh sebelum R.A Kartini.
Seiring perkembangan zaman, Hari Ibu tidak lebih dari
sekedar hari dimana anak – anak nya mengucapkan “Selamat Hari Ibu” saja. Dari segala
situs jejaring sosial Twitter, Facebook dan sebangsanya, hingga aplikasi
messenger seperti Whatsapp, BBM, WeChat dan lain lain, semua berbondong – bondong
mengucapkan selamat hari Ibu. Tapi apakah kita sudah memaknai apa maksud dari
hari Ibu tersebut?
Pada hari ini gua beberapakali mendapat broadcast message
dari aplikasi macam Whatsapp dan BBM (gua pake 2 aplikasi itu aja di hp) yang
isinya itu mengingatkan jasa – jasa ibu kita, apa yang harusnya kita lakukan
kepada beliau dan lainnya. Selain itu update-an nya itu menyatakan “Selamat
Hari Ibu”. Tapi apa pernah kita ngelakuin hal – hal yang udah kita update di
jejarng sosial dan aplikasi messager itu?
Cuma di hari ini banyak yang memuliakan seorang Ibu, lantas
bagaimana dengan hari – hari lainnya? Gak sedikit gua liat dihari – hari biasa
banyak yang mengaku kesal dengan orang tua mereka (ibu termasuk didalamnya),
mereka membuat statement yang seolah – olah mereka itu makhluk yang paling
benar, dengan enteng nya mereka menjatuhkan orang tua mereka dengan kata – kata
kasar di jejaring sosial atau aplikasi messenger miliknya. Seandainya orang tua
mereka tau apa yang anaknya ucapkan,betapa sakit hati orang tua nya, melihat
orang yang mereka besarkan dengan kasih sayang justru berkata kasar tentang
mereka dibelakang.
Oke, fokus ke ibu lagi
Untuk kalian yang muslim, kalian pasti tau bahwa seorang ibu
begitu mulia, bahkan Nabi Muhammad SAW menyebut ibu sebanyak 3 kali, baru
kemudian menyebut Ayah.
Coba kalian ingat, apa yang telah Ibu kalian beri untuk
kalian? Apa yang telah Ibu kalian ajarkan untuk kalian? Apa yang telah ibu
kalian lakukan untuk membesarkan kalian?
Mungkin kalian akan berkata bahwa gua itu ribet dan sok
nasehatin. Tapi apa salahnya klo gua saling mengingatkan? Gua juga pernah
lakuin kesalahan yang bikin ibu gua kecewa, dan gua gak mau hal itu terjadi
lagi, baik gua sendiri maupun kalian.
Nasihat yang sampai sekarang terus gua ingat adalah waktu
masih kecil saat gua sakit, dia
selalu berkata “Jangan dirasain sakitnya”.
Hal itu mengubah gua, dari yang dulunya anak kecil yang cengeng, menjadi anak
kecil yang sabar dan kuat (kuat dalam arti lain) hingga sekarang.
Sumpah, saat melihat ibu gua nangis, gua
speechless, hati gua kalut. Udah berapa kali gua dipukul sama ayah, gua masih
bisa ngeyel, tapi begitu melihat Ibu nangis, mengangkat kepala pun gua gak
sanggup, gua Cuma tertunduk malu.
Gua gak takut dimarahin sekeras apapun, yang gua takut itu
klo tiba – tiba Ibu gua nangis karna kecewa melihat kelakuan buah hatinya.
Ingatlah bahwa “Menangis itu karna
seseorang sudah terlalu lama bersikap kuat”. ketika Ibu kalian menangis
saat memarahi kalian, itu karna dia sudah tidak tahan akan kelakuan kalian,
dilain sisi, Ibu kalian merasa kecewa terhadap diri nya sendiri dan menganggap
dirinya tidak mampu untuk mengurus seorang anak.
Pernahkah kalian memikirkan bagaimana perasaan seorang ibu, Ketika ada sesuatu hal yang kalian inginkan, tetapi beliau tidak sanggup untuk mengabulkannya dan kalian malah marah - marah?
Janganlah kalian terlalu egois, hingga tidak bisa melihat kenyataan yang sebenarnya. sesungguhnya ibu kalian sudah berusaha mewujudkannya.
Disaat seperti ini lah kalian harus bisa memaklumi keterbatasan ibu kalian, jangan hanya ingin dimaklumi oleh ibu kalian saat kalian berbuat kesalahan.
Apakah kalian pernah berpikir : "apakah ibu kecewa dengan kelakuan gua?", "apakah ibu kecewa dengan sikap gua?", "apakah perkataan gua ada yang menyakiti hati ibu?", "apakah gua udah menjadi apa yang diinginkan dan diharapkan oleh ibu?"
Pernahkah kalian memikirkan bagaimana perasaan seorang ibu, Ketika ada sesuatu hal yang kalian inginkan, tetapi beliau tidak sanggup untuk mengabulkannya dan kalian malah marah - marah?
Janganlah kalian terlalu egois, hingga tidak bisa melihat kenyataan yang sebenarnya. sesungguhnya ibu kalian sudah berusaha mewujudkannya.
Disaat seperti ini lah kalian harus bisa memaklumi keterbatasan ibu kalian, jangan hanya ingin dimaklumi oleh ibu kalian saat kalian berbuat kesalahan.
Apakah kalian pernah berpikir : "apakah ibu kecewa dengan kelakuan gua?", "apakah ibu kecewa dengan sikap gua?", "apakah perkataan gua ada yang menyakiti hati ibu?", "apakah gua udah menjadi apa yang diinginkan dan diharapkan oleh ibu?"
Oleh karena itu, selagi ibu kalian belum menangis karna
kelakuan dan ulah kalian, berusahalah yang terbaik untuknya.
Bersyukurlah kalian yang masih mempunyai seorang ibu. Beruntunglah
kalian yang masih merasakan bagaimana rasanya dimarahi, dinasehati dan
diperhatikan oleh seorang Ibu. Lihatlah disekitar kita sendiri, mereka yang
sudah tidak merasakan itu semua, baik yang sudah ditinggal pergi, maupun mereka
yang merupakan korban broken home.
Seorang Ibu gak pernah nuntut macam macam sama anaknya.
Menjadi pribadi yang baik dan Melihat anaknya bahagia juga udah bisa bikin
bahagia kok. Maka dari itu,mulailah berubah menjadi pribadi yang baik yang bisa
membuat bangga ibu kalian masing – masing. Dan untuk para perempuan yang
membaca tulisan ini, ingatlah bahwa kalian juga merupukan calon ibu dari anak –
anak kalian kelak. Kalian juga akan merasakan bagaimana beratnya menjadi
seorang ibu. Jika kalian baik kepada ibu kalian saat ini, niscaya anak – anak kalian
juga akan bersikap baik.
Mari maknai hari ibu ini, mulailah untuk berubah menjadi
lebih baik. Klo bukan sekarang, kapan lagi? Selagi beliau masih ada, berikan
yang terbaik untuknya, jangan membuat beliau menyesal diakhir hayatnya karna
ulah buah hatinya sendiri.
Apa yang kalian lakukan di hari Ibu?
Apa yang telah kalian berikan untuk Ibu di hari tersebut?
Apa sebenar nya makna dari hari Ibu?
Jangan jadikan disetiap tanggal 22 desember menjadi hari
dimana kita beromba – lomba mengucapkan “Selamat Hari Ibu” semata.
“Pesona mu, masih jelas ku rasa hingga kini menemani hingga ku dewasa. Derai air mata dan pengorbananmu takan tergantikan, Terima kasih, Ibu”(Ada Band – Pesona Potretmu)
