Minggu, 14 Juni 2015

Pindah Hari dan Provinsi dengan W 7282 UY





Padahal gak dapet doorprize, tapi masih aja disuruh bikin caper sama pak Walkot a.k.a om Hendri Budianto :p

Ya inilah bonus yang didapat oleh para peserta yang mencairkan tiket bdb mereka pada hari jumat, 5 juni 2015 yang berasal dari doorprize jamnas kemarin.

Saya, om Hendri dan mas Didit yang hari sabtu itu sudah landing di Solo, malam nya berencana jalan – jalan menggunakan jasa bis ATB yang bertaburan di sepanjang Jogja – Solo – Surabaya.
Tidak jauh – jauh, perjalanan malam ini cukup Solo – Madiun saja. Melihat kondisi kami yang masih lelah setelah 12 jam lebih berada dikabin bis malam.

Perjalanan Solo – Madiun bisa dibaca di caper nya Om Hendri ya

Oke kita mulai

6 juni 2015, Jam menunjukan pukul 22 lewat, ada 2 bis Sugeng Rahayu berbody discovery yang absen di Terminal Purbaya, Madiun saat itu. mas Didit berinisatif untuk ikut bis Sugeng Rahayu yang dibelakangnya. Total 3 bis Sugeng Rahayu absen hampir bersamaan, bukti bahwa jam antar pemain di kelas ATB ini sangat rapat.
Bis ke 3 masuk jalur keberangkatan, kami pun pamit kepada mas Seftyan, si empunya kota gadis tersebut. Bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY dengan trayek Surabaya – Solo – Jogja tersebut kami naiki. Tanpa waktu lama, bis pun langsung keluar terminal.
Tidak jauh dari terminal, bis yang kami tumpangi beserta 2 bis Sugeng Rahayu yang didepan kami menepi untuk memberi waktu crew beristirahat sekaligus menempelkan jam kehadiran di terminal tirtonadi solo.

Selepas keberangkatan 2 bis Sugeng Rahayu didepannya, bis kami pun mulai angkat tuas rem tangan dan memulai perjalanan malam menuju Solo. Tidak lama, aku yang sudah mengantuk akhirnya tertidur juga.
Entah didaerah mana, aku pun terjaga. Langsung disuguhkan sebuah pertunjukan yang cukup membuat penumpang biasa akan menahan napas nya. Mengapa tidak, didepan sana terlihat bokong Sugeng Rahayu yang start lebih dulu dari rest area sebelumnya, hanya berjarak 1-2 meter.

Bis diarahkan mengintip dari sisi kanan, dengan semangat sang Co-Driver berkata “preei.. preeii.. preii”. Mendengar aba – aba tersebut, sang driver yang masih muda tersebut langsung menginjak pedal gas lebih dalam, dan tanpa waktu lama berhasil mendahului.
Setelah over take tadi, didepannya sudah disuguhi bokong bis Sugeng Rahayu lainnya. Driver bis didepan cukup ngotot juga untuk tidak member jalan. Selain itu kendaraan yang cukup ramai dari arah sebaliknya cukup menyulitkan bis dengan nopol W 7282 UY ini untuk merangsek ke depan.
Hingga pada sebuah tikungan ke kiri, sebuah komando dari sang Co-Driver terdengar lantang menyebut “Preeii” berulang – ulang. Dengan cekatan sang pilot pun berakselerasi, menginjak pedal gas lebih dalam dan menyalip ditikungan dengan cepat agar ekor bis cukup  untuk masuk ke jalur sebenarnya dikarenakan jarak dengan kendaraan dari arah lawan sudah mulai mendekat.
Sebuah adegan yang memerlukan perhitungan tepat, kepercayaan diri, mental serta ketenangan. Yang terlihat di dua punggawa W 7282 UY sangat santai, diselingi obrolan diantara kedua nya. Tidak sekali – dua kali adegan seperti itu terjadi, setiap ada kesempatan ngeblong, pasti diambil. Sungguh duet yang sangat kompak.

Pertunjukan pada malam minggu itu masih berlanjut. Sampai akhirnya bis kami bertemu rombongan bis Pariwisata, salah satunya adalah Tiara Mas berbody Jetbus 2. Cukup sulit untuk memecah iring iringan ini, selain beda tenaga arah berlawanan pun sangat ramai. Hingga tiba saat dimana dengan nyali yang tinggi sang Driver mendahului bis Tiara Mas tersebut dari kanan dengan kondisi ada kendaraan dari arah sebaliknya yang cukup dekat. Benar – benar pertunjukan yang sangat mendebarkan.
Usaha tersebut terlihat sia – sia ketika tidak lama bis harus menepi karena ada penumpang yang akan turun, bis Tiara Mas pun dengan mudah melenggang  melewati bis Sugeng Rahayu yang kami naiki. Tidak mau buruannya menghilang, sang driver langsung meningkatkan kecepatan. Terasa sekali tarikan yang bertenaga dan juga napas yang panjang namun minim suara dari mesin sehingga rasanya seperti menaiki bis bermesin belakang.

Mendekati daerah Gontor Putri, iringan bis Tiara Mas yang tadi terlihat lagi. Laju kedaraan cukup santai saat hendak melewati daerah tersebut. Dari arah pondok, bergabung 1 armada dari Rosalia Indah memasuki Iringan bis didepan. Setelah melewati Gontor, laju bis kembali meningkat. Driver Sugeng Rahayu ini tidak ingin tertinggal iringan tadi, dengan cepat bis mampu menyusul iringan tadi. Dijalan yang lebar, Tiara Mas goyang kanan guna mendahului sebuah truck didepannya,driver bis yang kami naiki pun tidak mau kalah, dengan mengambil bahu jalan berhasil melewati truck tersebut. Setelah melewati truck tadi bis Tiara Mas kembali ke jalur kiri. Melihat kanannya kosong, sang Co-Driver memberi komando, dengan respon cepat sang Driver menginjak pedal gas dan mendahului bis Tiara Mas.
Setelah berhasil melewati Tiara Mas, tanpa butuh waktu lama kembali bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY ini melewati bis Pariwisata lainnya tanpa perlawanan. Jalan yang tidak ramai membuat leluasa sang Driver untuk terus menambah kecepatan. Hasilnya, Rosalia Indah yang ikut race dengan start di pondok Gontor tadi bisa di over take dari kiri tanpa banyak kesulitan. Setelah itu pun 1 bis pariwisata (tidak tahu namanya) dan 1 lagi bis Tiara Mas bisa di overtake tanpa kesulitan.

Perjalanan terus berlanjut, tetap dengan kecepatan tinggi bahkan terkesan sang Driver seperti lupa dimana letak rem nya. Tidak jarang manuver – manuver blong kanan, masuk kiri, blong kanan dan masuk kiri lagi hanya terasa seperti pedal gas nya saja yang dikendorkan untuk mengurangi kecepatan. Hingga suatu ketika saat banting kanan untuk ngeblong kendaraan lain, karna berbelok kekanan untuk ngeblong kendaraan lain dengan kecepatan tinggi, hal ini menyebabkan om Hendri terbangun dari tidurnya lantaran hampir terjatuh dari singgasana nya. (padahal naik Super Top nya Raya, saat menuju Solo, tapi masih ngantuk aja om :P). aku yang melihat kejadian itu sedikit tersenyum untuk menahan tawa (ampun Om :p ._.v).

Lupakan kejadian tadi dan kembali ke arena balap ala bis Jawa Timuran, tanpa kesulitan, 3 kendaraan termasuk 2 bis pariwisata Nusa Indah berhasil di blong oleh W 7282 UY ini. Saat mengantri di lampu merah, disebelah kanan tampak bis Tiara Mas berbody Jetbus 2 tadi. Seperti nya sang driver Tiara Mas terbawa suasana sekaligus penasaran karena bis bermesin AK8 ini bisa meladeni bahkan menyungkurkan RK8 bawaannya, hihihi.
Mangsa terakhir W 7282 UY malam itu untuk etape Madiun – Solo tidak lain saudara muda nya sendiri, si taksi merah W 7121 UZ, Surabaya – Solo – Semarang berhasil disungkurkan. Benar – benar suatu yang luar biasa.

Hingga akhirnya pool Rosalia Indah di palur terlewati, menandakan sebentar lagi kami harus turun, mas Didit pun member tanda untuk segera membangunkan pak Walkot yang sedang asik tertidur.

7 Juni 2015, Jam 1 kurang, perjalan selama 2 jam 10 menit dari Madiun menuju palur akhirnya selesai. Kami bertiga turun dari bis dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi menuju rumah Mas Didit.

Mohon maaf apabila tulisan saya kurang detail, karena selama perjalanan, mulai dari terbangun tadi saya sebenarnya menahan buang air kecil. Jadi tidak bisa benar benar fokus dalam memperhatikan sepak terjang bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY ini.

Terima Kasih sudah membaca, dan sampai jumpa dikesempatan selanjutnya :)