Padahal gak dapet doorprize, tapi masih aja disuruh bikin
caper sama pak Walkot a.k.a om Hendri Budianto :p
Ya inilah bonus yang didapat oleh para peserta yang
mencairkan tiket bdb mereka pada hari jumat, 5 juni 2015 yang berasal dari doorprize jamnas kemarin.
Saya, om Hendri dan mas Didit yang hari sabtu itu sudah
landing di Solo, malam nya berencana jalan – jalan menggunakan jasa bis ATB
yang bertaburan di sepanjang Jogja – Solo – Surabaya.
Tidak jauh – jauh, perjalanan malam ini cukup Solo – Madiun saja.
Melihat kondisi kami yang masih lelah setelah 12 jam lebih berada dikabin bis
malam.
Perjalanan Solo – Madiun bisa dibaca di caper nya Om Hendri
ya
Oke kita mulai
6 juni 2015, Jam menunjukan pukul 22 lewat, ada 2 bis Sugeng Rahayu
berbody discovery yang absen di Terminal Purbaya, Madiun saat itu. mas Didit
berinisatif untuk ikut bis Sugeng Rahayu yang dibelakangnya. Total 3 bis Sugeng
Rahayu absen hampir bersamaan, bukti bahwa jam antar pemain di kelas ATB ini
sangat rapat.
Bis ke 3 masuk jalur keberangkatan, kami pun pamit kepada mas
Seftyan, si empunya kota gadis tersebut. Bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY dengan
trayek Surabaya – Solo – Jogja tersebut kami naiki. Tanpa waktu lama, bis pun
langsung keluar terminal.
Tidak jauh dari terminal, bis yang kami tumpangi beserta 2 bis
Sugeng Rahayu yang didepan kami menepi untuk memberi waktu crew beristirahat sekaligus
menempelkan jam kehadiran di terminal tirtonadi solo.
Selepas keberangkatan 2 bis Sugeng Rahayu didepannya, bis
kami pun mulai angkat tuas rem tangan dan memulai perjalanan malam menuju Solo.
Tidak lama, aku yang sudah mengantuk akhirnya tertidur juga.
Entah didaerah mana, aku pun terjaga. Langsung disuguhkan
sebuah pertunjukan yang cukup membuat penumpang biasa akan menahan napas nya. Mengapa
tidak, didepan sana terlihat bokong Sugeng Rahayu yang start lebih dulu dari
rest area sebelumnya, hanya berjarak 1-2 meter.
Bis diarahkan mengintip dari sisi kanan, dengan semangat
sang Co-Driver berkata “preei.. preeii.. preii”. Mendengar aba – aba tersebut,
sang driver yang masih muda tersebut langsung menginjak pedal gas lebih dalam,
dan tanpa waktu lama berhasil mendahului.
Setelah over take tadi, didepannya sudah disuguhi bokong bis
Sugeng Rahayu lainnya. Driver bis didepan cukup ngotot juga untuk tidak member jalan.
Selain itu kendaraan yang cukup ramai dari arah sebaliknya cukup menyulitkan bis
dengan nopol W 7282 UY ini untuk merangsek ke depan.
Hingga pada sebuah tikungan ke kiri, sebuah komando dari
sang Co-Driver terdengar lantang menyebut “Preeii” berulang – ulang. Dengan cekatan
sang pilot pun berakselerasi, menginjak pedal gas lebih dalam dan menyalip
ditikungan dengan cepat agar ekor bis cukup
untuk masuk ke jalur sebenarnya dikarenakan jarak dengan kendaraan dari
arah lawan sudah mulai mendekat.
Sebuah adegan yang memerlukan perhitungan tepat, kepercayaan
diri, mental serta ketenangan. Yang terlihat di dua punggawa W 7282 UY sangat
santai, diselingi obrolan diantara kedua nya. Tidak sekali – dua kali adegan
seperti itu terjadi, setiap ada kesempatan ngeblong, pasti diambil. Sungguh duet
yang sangat kompak.
Pertunjukan pada malam minggu itu masih berlanjut. Sampai akhirnya
bis kami bertemu rombongan bis Pariwisata, salah satunya adalah Tiara Mas
berbody Jetbus 2. Cukup sulit untuk memecah iring iringan ini, selain beda
tenaga arah berlawanan pun sangat ramai. Hingga tiba saat dimana dengan nyali
yang tinggi sang Driver mendahului bis Tiara Mas tersebut dari kanan dengan
kondisi ada kendaraan dari arah sebaliknya yang cukup dekat. Benar – benar pertunjukan
yang sangat mendebarkan.
Usaha tersebut terlihat sia – sia ketika tidak lama bis
harus menepi karena ada penumpang yang akan turun, bis Tiara Mas pun dengan
mudah melenggang melewati bis Sugeng
Rahayu yang kami naiki. Tidak mau buruannya menghilang, sang driver langsung
meningkatkan kecepatan. Terasa sekali tarikan yang bertenaga dan juga napas
yang panjang namun minim suara dari mesin sehingga rasanya seperti menaiki bis
bermesin belakang.
Mendekati daerah Gontor Putri, iringan bis Tiara Mas yang
tadi terlihat lagi. Laju kedaraan cukup santai saat hendak melewati daerah
tersebut. Dari arah pondok, bergabung 1 armada dari Rosalia Indah memasuki
Iringan bis didepan. Setelah melewati Gontor, laju bis kembali meningkat.
Driver Sugeng Rahayu ini tidak ingin tertinggal iringan tadi, dengan cepat bis
mampu menyusul iringan tadi. Dijalan yang lebar, Tiara Mas goyang kanan guna
mendahului sebuah truck didepannya,driver bis yang kami naiki pun tidak mau
kalah, dengan mengambil bahu jalan berhasil melewati truck tersebut. Setelah melewati
truck tadi bis Tiara Mas kembali ke jalur kiri. Melihat kanannya kosong, sang
Co-Driver memberi komando, dengan respon cepat sang Driver menginjak pedal gas
dan mendahului bis Tiara Mas.
Setelah berhasil melewati Tiara Mas, tanpa butuh waktu lama
kembali bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY ini melewati bis Pariwisata
lainnya tanpa perlawanan. Jalan yang tidak ramai membuat leluasa sang Driver untuk
terus menambah kecepatan. Hasilnya, Rosalia Indah yang ikut race dengan start
di pondok Gontor tadi bisa di over take dari kiri tanpa banyak kesulitan. Setelah
itu pun 1 bis pariwisata (tidak tahu namanya) dan 1 lagi bis Tiara Mas bisa di
overtake tanpa kesulitan.
Perjalanan terus berlanjut, tetap dengan kecepatan tinggi
bahkan terkesan sang Driver seperti lupa dimana letak rem nya. Tidak jarang manuver
– manuver blong kanan, masuk kiri, blong kanan dan masuk kiri lagi hanya terasa
seperti pedal gas nya saja yang dikendorkan untuk mengurangi kecepatan. Hingga suatu
ketika saat banting kanan untuk ngeblong kendaraan lain, karna berbelok kekanan
untuk ngeblong kendaraan lain dengan kecepatan tinggi, hal ini menyebabkan om
Hendri terbangun dari tidurnya lantaran hampir terjatuh dari singgasana nya.
(padahal naik Super Top nya Raya, saat menuju Solo, tapi masih ngantuk aja om :P).
aku yang melihat kejadian itu sedikit tersenyum untuk menahan tawa (ampun Om :p
._.v).
Lupakan kejadian tadi dan kembali ke arena balap ala bis
Jawa Timuran, tanpa kesulitan, 3 kendaraan termasuk 2 bis pariwisata Nusa Indah
berhasil di blong oleh W 7282 UY ini. Saat mengantri di lampu merah, disebelah
kanan tampak bis Tiara Mas berbody Jetbus 2 tadi. Seperti nya sang driver Tiara
Mas terbawa suasana sekaligus penasaran karena bis bermesin AK8 ini bisa
meladeni bahkan menyungkurkan RK8 bawaannya, hihihi.
Mangsa terakhir W 7282 UY malam itu untuk etape Madiun –
Solo tidak lain saudara muda nya sendiri, si taksi merah W 7121 UZ, Surabaya –
Solo – Semarang berhasil disungkurkan. Benar – benar suatu yang luar biasa.
Hingga akhirnya pool Rosalia Indah di palur terlewati,
menandakan sebentar lagi kami harus turun, mas Didit pun member tanda untuk
segera membangunkan pak Walkot yang sedang asik tertidur.
7 Juni 2015, Jam 1 kurang, perjalan selama 2 jam 10 menit dari Madiun
menuju palur akhirnya selesai. Kami bertiga turun dari bis dan melanjutkan
perjalanan menggunakan taksi menuju rumah Mas Didit.
Mohon maaf apabila tulisan saya kurang detail, karena selama
perjalanan, mulai dari terbangun tadi saya sebenarnya menahan buang air kecil. Jadi
tidak bisa benar benar fokus dalam memperhatikan sepak terjang bis Sugeng Rahayu
bernopol W 7282 UY ini.
Terima Kasih sudah membaca, dan sampai jumpa dikesempatan
selanjutnya :)


