Minggu, 14 Juni 2015

Pindah Hari dan Provinsi dengan W 7282 UY





Padahal gak dapet doorprize, tapi masih aja disuruh bikin caper sama pak Walkot a.k.a om Hendri Budianto :p

Ya inilah bonus yang didapat oleh para peserta yang mencairkan tiket bdb mereka pada hari jumat, 5 juni 2015 yang berasal dari doorprize jamnas kemarin.

Saya, om Hendri dan mas Didit yang hari sabtu itu sudah landing di Solo, malam nya berencana jalan – jalan menggunakan jasa bis ATB yang bertaburan di sepanjang Jogja – Solo – Surabaya.
Tidak jauh – jauh, perjalanan malam ini cukup Solo – Madiun saja. Melihat kondisi kami yang masih lelah setelah 12 jam lebih berada dikabin bis malam.

Perjalanan Solo – Madiun bisa dibaca di caper nya Om Hendri ya

Oke kita mulai

6 juni 2015, Jam menunjukan pukul 22 lewat, ada 2 bis Sugeng Rahayu berbody discovery yang absen di Terminal Purbaya, Madiun saat itu. mas Didit berinisatif untuk ikut bis Sugeng Rahayu yang dibelakangnya. Total 3 bis Sugeng Rahayu absen hampir bersamaan, bukti bahwa jam antar pemain di kelas ATB ini sangat rapat.
Bis ke 3 masuk jalur keberangkatan, kami pun pamit kepada mas Seftyan, si empunya kota gadis tersebut. Bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY dengan trayek Surabaya – Solo – Jogja tersebut kami naiki. Tanpa waktu lama, bis pun langsung keluar terminal.
Tidak jauh dari terminal, bis yang kami tumpangi beserta 2 bis Sugeng Rahayu yang didepan kami menepi untuk memberi waktu crew beristirahat sekaligus menempelkan jam kehadiran di terminal tirtonadi solo.

Selepas keberangkatan 2 bis Sugeng Rahayu didepannya, bis kami pun mulai angkat tuas rem tangan dan memulai perjalanan malam menuju Solo. Tidak lama, aku yang sudah mengantuk akhirnya tertidur juga.
Entah didaerah mana, aku pun terjaga. Langsung disuguhkan sebuah pertunjukan yang cukup membuat penumpang biasa akan menahan napas nya. Mengapa tidak, didepan sana terlihat bokong Sugeng Rahayu yang start lebih dulu dari rest area sebelumnya, hanya berjarak 1-2 meter.

Bis diarahkan mengintip dari sisi kanan, dengan semangat sang Co-Driver berkata “preei.. preeii.. preii”. Mendengar aba – aba tersebut, sang driver yang masih muda tersebut langsung menginjak pedal gas lebih dalam, dan tanpa waktu lama berhasil mendahului.
Setelah over take tadi, didepannya sudah disuguhi bokong bis Sugeng Rahayu lainnya. Driver bis didepan cukup ngotot juga untuk tidak member jalan. Selain itu kendaraan yang cukup ramai dari arah sebaliknya cukup menyulitkan bis dengan nopol W 7282 UY ini untuk merangsek ke depan.
Hingga pada sebuah tikungan ke kiri, sebuah komando dari sang Co-Driver terdengar lantang menyebut “Preeii” berulang – ulang. Dengan cekatan sang pilot pun berakselerasi, menginjak pedal gas lebih dalam dan menyalip ditikungan dengan cepat agar ekor bis cukup  untuk masuk ke jalur sebenarnya dikarenakan jarak dengan kendaraan dari arah lawan sudah mulai mendekat.
Sebuah adegan yang memerlukan perhitungan tepat, kepercayaan diri, mental serta ketenangan. Yang terlihat di dua punggawa W 7282 UY sangat santai, diselingi obrolan diantara kedua nya. Tidak sekali – dua kali adegan seperti itu terjadi, setiap ada kesempatan ngeblong, pasti diambil. Sungguh duet yang sangat kompak.

Pertunjukan pada malam minggu itu masih berlanjut. Sampai akhirnya bis kami bertemu rombongan bis Pariwisata, salah satunya adalah Tiara Mas berbody Jetbus 2. Cukup sulit untuk memecah iring iringan ini, selain beda tenaga arah berlawanan pun sangat ramai. Hingga tiba saat dimana dengan nyali yang tinggi sang Driver mendahului bis Tiara Mas tersebut dari kanan dengan kondisi ada kendaraan dari arah sebaliknya yang cukup dekat. Benar – benar pertunjukan yang sangat mendebarkan.
Usaha tersebut terlihat sia – sia ketika tidak lama bis harus menepi karena ada penumpang yang akan turun, bis Tiara Mas pun dengan mudah melenggang  melewati bis Sugeng Rahayu yang kami naiki. Tidak mau buruannya menghilang, sang driver langsung meningkatkan kecepatan. Terasa sekali tarikan yang bertenaga dan juga napas yang panjang namun minim suara dari mesin sehingga rasanya seperti menaiki bis bermesin belakang.

Mendekati daerah Gontor Putri, iringan bis Tiara Mas yang tadi terlihat lagi. Laju kedaraan cukup santai saat hendak melewati daerah tersebut. Dari arah pondok, bergabung 1 armada dari Rosalia Indah memasuki Iringan bis didepan. Setelah melewati Gontor, laju bis kembali meningkat. Driver Sugeng Rahayu ini tidak ingin tertinggal iringan tadi, dengan cepat bis mampu menyusul iringan tadi. Dijalan yang lebar, Tiara Mas goyang kanan guna mendahului sebuah truck didepannya,driver bis yang kami naiki pun tidak mau kalah, dengan mengambil bahu jalan berhasil melewati truck tersebut. Setelah melewati truck tadi bis Tiara Mas kembali ke jalur kiri. Melihat kanannya kosong, sang Co-Driver memberi komando, dengan respon cepat sang Driver menginjak pedal gas dan mendahului bis Tiara Mas.
Setelah berhasil melewati Tiara Mas, tanpa butuh waktu lama kembali bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY ini melewati bis Pariwisata lainnya tanpa perlawanan. Jalan yang tidak ramai membuat leluasa sang Driver untuk terus menambah kecepatan. Hasilnya, Rosalia Indah yang ikut race dengan start di pondok Gontor tadi bisa di over take dari kiri tanpa banyak kesulitan. Setelah itu pun 1 bis pariwisata (tidak tahu namanya) dan 1 lagi bis Tiara Mas bisa di overtake tanpa kesulitan.

Perjalanan terus berlanjut, tetap dengan kecepatan tinggi bahkan terkesan sang Driver seperti lupa dimana letak rem nya. Tidak jarang manuver – manuver blong kanan, masuk kiri, blong kanan dan masuk kiri lagi hanya terasa seperti pedal gas nya saja yang dikendorkan untuk mengurangi kecepatan. Hingga suatu ketika saat banting kanan untuk ngeblong kendaraan lain, karna berbelok kekanan untuk ngeblong kendaraan lain dengan kecepatan tinggi, hal ini menyebabkan om Hendri terbangun dari tidurnya lantaran hampir terjatuh dari singgasana nya. (padahal naik Super Top nya Raya, saat menuju Solo, tapi masih ngantuk aja om :P). aku yang melihat kejadian itu sedikit tersenyum untuk menahan tawa (ampun Om :p ._.v).

Lupakan kejadian tadi dan kembali ke arena balap ala bis Jawa Timuran, tanpa kesulitan, 3 kendaraan termasuk 2 bis pariwisata Nusa Indah berhasil di blong oleh W 7282 UY ini. Saat mengantri di lampu merah, disebelah kanan tampak bis Tiara Mas berbody Jetbus 2 tadi. Seperti nya sang driver Tiara Mas terbawa suasana sekaligus penasaran karena bis bermesin AK8 ini bisa meladeni bahkan menyungkurkan RK8 bawaannya, hihihi.
Mangsa terakhir W 7282 UY malam itu untuk etape Madiun – Solo tidak lain saudara muda nya sendiri, si taksi merah W 7121 UZ, Surabaya – Solo – Semarang berhasil disungkurkan. Benar – benar suatu yang luar biasa.

Hingga akhirnya pool Rosalia Indah di palur terlewati, menandakan sebentar lagi kami harus turun, mas Didit pun member tanda untuk segera membangunkan pak Walkot yang sedang asik tertidur.

7 Juni 2015, Jam 1 kurang, perjalan selama 2 jam 10 menit dari Madiun menuju palur akhirnya selesai. Kami bertiga turun dari bis dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi menuju rumah Mas Didit.

Mohon maaf apabila tulisan saya kurang detail, karena selama perjalanan, mulai dari terbangun tadi saya sebenarnya menahan buang air kecil. Jadi tidak bisa benar benar fokus dalam memperhatikan sepak terjang bis Sugeng Rahayu bernopol W 7282 UY ini.

Terima Kasih sudah membaca, dan sampai jumpa dikesempatan selanjutnya :)

Jumat, 26 Desember 2014

Jem - It's Amazing - Official Video

Selamat pagi semuanya



kali ini gua mau bahas musik

tapi bukan diuraikan seperti ahli lainnya

karna gua cuma penikmat, bukan pengamat hahaha



Hal ini bermula dari adik gua yang biasa nonton tv

kebetulan waktu itu lagi nonton Global Tv

pas ada iklan Big Movies nya, disitu ada background music nya

pertama denger ada rasa klop sama lagu nya

oke gua tunggu iklan selanjutnya, pas iklan itu muncul lagi langsung gua ambil smartphone gua

dengan berbekal fitur Track ID, gua menemukan judul lagu ini " It's Amazing by JEM"

waw, itu JEM... yang gua tau lagu nya dari doi cuma 'They" hihi



next, gua youtubing dah, penasaran mau liat official video nya

awalnya biasa aja. tapi pagi ini gua menemukan hal yang menarik

kenapa? gua liat komen komen para youtuber indonesia yang ternyata sibuk mencari tau lagu ini berbekal sekali dengar dari iklan tv swasta tersebut hahaha



ini beberapa screenshot komentarnya







untuk lebih lengkap nya langsung buka youtube aja ya hihi


dan ini lagu nya, sebenarnya ini lagu lama hehehe

dari Album "Down To Earth" pertama lagu ini dirilis untuk film "Sex and the City" 2008 lalu

enjoy the music :D






Sabtu, 31 Mei 2014

OVA "Touring #5thJombloversary : After 7 years"

Buat yang sering nonton anime pasti tau apa itu OVA
OVA, simple nya adalah kejadian dalam cerita, namun tidak dimasukan kedalam cerita utama

Setelah sampai diterminal Terboyo, tanpa buang waktu aku pun bergegas menuju RSI Sultan Agung untuk sekedar mandi, mengingat jam sudah menunjukan pukul 08.30 . selesai mandi, langsung berjalan kedalam terminal Terboyo. Letaknya memang jauh dari jalan utama dan dekat dengan kantor Siba Surya. Siba Surya adalah perusahaan Truck Ekspedisi.

Setelah sampai terminal, langsung saja aku cari warung untuk sarapan dan sekedar menge-charge hp. Sambil sarapan yang bisa dibilang sambil jamak makan siang tersebut, aku melihat 2 bis Eka tujuan Semarang – Surabaya via Solo. Langsung BBM mas heru, sang mandoran Eka menanyakan jadwal Eka dari Semarang. Ternyata Eka pertama dari Semarang itu jam 11 siang, aku batalkan niat naik Eka karna mas Kirom sudah menunggu dari pagi di Solo.
Kebetulan saat itu jam nya Raya Semarang – Solo, selesai makan, aku langsung bergegas naik bis raya tersebut. Dengan mesin Hino AK berbody Discovery, dengan konfigurasi seat 2-2. Kursi nya berukuran besar, beda dengan para kompetitornya, sehingga lorong didalam bis pun hanya tersisa sedikit ruang. Tidak hanya bis malamnya yang juga dipenuhi sepuh, bis ac ekonomi ini pun dipenuhi oleh sepuh. Sambil menyeser penumpang, bis diarahkan menuju tol semarang untuk menuju sukun Banyumanik. Di tol tersebut kulihat speedometer menyentuh angka 100kpj :D.

Sampai di sukun Banyumanik, tanpa membutuhkan waktu lama bis sudah dipenuhi oleh para penumpang, dan dari spion kiri aku melihat bis Raya juga menyodok dari belakang, menandakan bis yang aku naiki harus segera berangkat untuk memberi jatah penumpang ke temannya tersebut.
Bis tidak bisa dibawa kencang, karena lalu lintas cukup padat, sempat kressan dengan Rajawali dan Ramayana yang menuju semarang, hingga akhirnya lalu lintas yang mengarah ke solo mengalami kemacetan. Ternyata penyebabnya adalah bis Royal Safari yang stooring disisi kiri jalan. Selepas kemacetan tadi, laju bis tetap tidak bisa dipercepat mengingat kondisi lalu lintas yang saat itu memang benar benar ramai. Selain itu terdapat pembetonan jalan sebagian, sehingga kendaraan harus hati hati dalam melintas. Menjelang salatiga, kembali dihadapi dengan kemacetan yang kali ini disponsori oleh bis Muncul dan sebuah mobil sedan.  Aku pun tertidur karna masih kecapean dan bete karna disuguhkan kemacetan terus – menerus.

Terbangun ketika bis sudah memasuki daerah boyolali, dan kembali disuguhkan kemacetan panjang. Aku mengecek hp, dan ternyata ada sms dari mas kirom yang menanyakan posisi ku (maaf ya mas, jadi kelamaan tunggu :P). sambil menikmati kemacetan, aku mendengarkan diskusi antara driver dengan seorang ibu yang aku taksir dia adalah pelanggan bis raya ini. Dari percakapannya tersebut aku mendengar bahwa didaerah itu belum lama ini terjadi kecelakaan, hingga sampai didaerah lampu merah yang dimaksud memang terdapat banyak pecahan  kaca.

Mendekati daerah terminal Kartosuro, terlihat penyebab kemacetan adalah sebuah truk yang terguling. Karena posisi nya yang melintang menyebabkan kendaraan lain harus perlahan melewati jalan tersebut. Sang driver berinisiatif membuka jalur, langsung diambil jalur lawan guna melewati kemacetan tersebut. Lampu hazard pun dinyalakan, kendaraan dari arah berlawanan pun minggir ke lajur kiri guna memberi jalan kepada bis Raya. Ternyata, tidak jauh dari truk besar yang terguling tadi, sebuah truk berukuran sedang mengalami patah as roda belakang, dan sedang memindahkan muatan nya ke truk satu lagi.
Bis pun kembali memasuki jalur sebenarnya saat ada celah untuk putar balik, langsung bis mengarah ke terminal kartosuro untuk menurunkan beberapa penumpang. Sampai di terminal kartosuro bis langsung diburu oleh para penumpang yang hendak ke solo, tanpa waktu lama bis langsung berjalan kembali menuju terminal Tirtonadi – Solo.

Pukul setengah 1 lewat, akhirnya bis tiba di terminal Tirtonadi – Solo, terlihat bangunan untuk bagian bis Surabayaan sedang dibongkar, aku pun menuju bangunan utama dengan misi mencari stop kontak untuk mengecharge hp yang kembali lowbat karna di charge sebentar saat di terboyo.
Tanpa memperdulikan sekitar, dengan cuek aku lesehan sambil menge-charge hp dan Memberi kabar ke mas kirom bahwa aku sudah sampai Tirtonadi dan ingin istirahat sejenak. Sedang asiknya berkicau di twitter, tiba tiba ada sebuah sms masuk, yang isi nya

“Aku bisa ndri, tapi ada waktunya jam 3 sore nanti”
Itu adalah balasan dari sms yang aku kirim kemarin kepada temanku. Namanya Ayu Erliza, teman semasa SMP dulu yang kini kuliah di UNS, seperti mas Kirom. Aku iyakan sebagai tanda setuju, dan langsung beranjak ke tempat pemberangkatan bis bumel karna waktu sudah menunjukan pukul stengah 2 siang. Sudah terparkir bis harta sanjaya bertujuan sragen, langsung ku naiki dan ternyata masih sedikit penumpang. Setelah hampir 10menit menunggu, akhirnya bis berjalan, aku membayar Rp 3000 sebagai mahar menggunakan jasa PO bis tersebut yang mengantarkanku ke Bangjo Sekarpace, dekat dengan kampus UNS dimana tempat kost-an mas Kirom berada.
Kembali aku mengabari mas Kirom, bahwa aku sudah berada digang depan kost—an mas Kirom, dan tanpa menunggu lama, mas Kirom sudah menjemput dengan motor vega R nya yang dipenuhi oleh stiker yang berhubungan dengan bis :D

Pukul 14.30, setelah bisa meluruskan badan dan berleyeh –leyeh sejenak, aku pun langsung mandi karna akan memenuhi janji untuk bertemu tadi. Selesai mandi, dengan ditemani mas kirom, aku menuju kampus UNS karna janjian akan bertemu disana sebelum kemudian pergi ke Mom Milk.
Setelah sampai di UNS aku pun menanyakan posisi teh Ayu (panggilan untuk Ayu Erliza), ternyata beliau sudah didepan UNS juga. Celingak celinguk mencari sosok teh Ayu, ternyata beliau ada disisi yang berbeda. Teh Ayu langsung menuju ke arahku, dengan gerak lambat dan kami pun berpelukan serta cipika cipiki, dan melihat hal itu mas Kirom pun membanting helm nya dan langsung pergi meninggalkan kami……. 

Eh engga ding :v gak gitu kejadiannya, back to real life! Fokus fokus!

Teh Ayu mendatangi kami berdua, langsung aku sungkem dan memperkenalkan Teh Ayu dengan Mas Kirom. kami bergegas ke Mom Milk, tempat yang biasa teh Ayu kunjungi diwaktu senggang. Sampai di TKP, setelah memesan minuman dan camilan kami pun mengobrol tentang kesibukan masing – masing, maklum aku dan teh Ayu sudah tidak bertemu selama 7 tahun, terakhir ketemu saat perpisahan SMP :)
Teh Ayu menanyakan kesibukanku dan sepertinya tertarik dengan hobby ku yang biasa jalan jalan gak jelas hanya untuk naik bis hahaha :P. aku pun menjelaskan hobby yang mungkin dianggap aneh oleh orang lain tersebut, dan juga awal perkenalan saya dengan mas Kirom yang berawal dari media sosial dengan berdasar dari kesamaan hobby :)
Giliranku yang menanyakan kesibukan teh Ayu, dan ternyata beliau sedang sibuk di lab karna ada proyek dari dosennya, dia adalah Asisten Dosen sekaligus Asisten Lab. Tidak aneh bagiku, karna saat SMP pun beliau sudah menjadi asisten guru matematika, dan itu juga kenapa dia dipanggil Teteh, sebagai orang yang dituakan dan dihormati :)

Oiya, ternyata mas Kirom sama Teh Ayu sama sama akan Wisuda bulan September tahun ini. Sesama mahasiswa UNS, keduanya saling curhat mengenai fakultas masing – masing. 

Tak terasa sudah hampir maghrib, kami pun beranjak pulang karna teh Ayu juga harus belanja untuk keperluan bulanan. Saat hendak membayar, teh Ayu mencegahku dan mas Kirom untuk mengeluarkan uang. “eh mana ada yang kuliah bayarin yang udah kerja, ada juga yang udah kerja bayarin yang masih kuliah” ucapku. Tapi teh Ayu tetap bersikeras untuk tetap membayari kami, setelah saling bersikeras akhirnya aku mengalah dan mengajukan syarat, saat nanti berkumpul di Tangerang, aku yang mentraktir teh Ayu.

(Pantesan aja gua jomblo terus, makan aja dibayarin sama cewek *tepok jidat*)

Setidaknya parkiran motor aku yang bayar, sedikit menyelamatkan wajahku sebagai laki laki :v hahaha.

Sebelum berpisah, kembali aku Sungkem ke teh Ayu


“loh kok Andry sih yang sungkem ke Ayu, kan harusnya Ayu yang sungkem”
“bukannya Teh Ayu bulan maret ya?”
“iya, tapikan 93”
Setelah perdebatan umur tadi, teh Ayu kemudian sungkem kepadaku (mungkin para pengunjung mom milk yang melihat hal tersebut menganggap aku dan teh Ayu adalah pasangan LDR yang jarang bertemu karena sang wanita kuliah jauh dari tempat asalnya :p). kami pun berpisah, teh Ayu harus pergi untuk membeli keperluan sehari –hari, dan aku bersama mas Kirom akan ke pasar klewer untuk membeli oleh - oleh.

Sesampai nya di pasar klewer, ternyata keadaan sudah tutup. Kami pun langsung kembali ke kostan. Kembali istirahat sambil mengobrol santai tentang bis, lagi lagi kompor mas Kirom kembali menyala, “mas naik Mulyo Indah aja”. Padahal tiket bis Harapan Jaya sudah ditangan, tapi masih saja mas Kirom ngomporin buat naik Mulyo indah hahaha.

Makan malam tiba, mas Kirom mengajak ku ke burjo yang menurut beliau racikan Mie dogdog nya itu paling yahud. (Buat yang mau ke Solo, wajib mencoba Mie dogdog, walau jajanan yang biasa tapi sensasi nya berbeda :p).
Selesai makan malam, langsung ke angkringan untuk sekedar ngemil. Lokasi angkringan yang dipinggir jalan utama yang biasa dilalui bis dari dan menuju Surabaya menyuguhkan pemandangan tersendiri bagi para pecinta bis seperti kami. Bergantian pasukan ATB dan Patas berlalu lalang menggoda kami. Sempat tercetus ide mas Kirom untuk menuju Surabaya malam itu juga hihihi.

Tidak lama hujan turun, suasana jalan yang tadinya ramai pun mulai berkurang, hanya bis bis ATB saja yang sesekali lewat. Setelah hujan berenti, kami kembali ke kostan. Tidak lama dikostan, kembali kami ngebolang, kali ini kedalam kampus UNS, menuju atm karena mas Kirom akan mentransfer untuk temannya yang saat itu sedang dirawat dirumah sakit.
Suasana kampus UNS saat malam sangat sepi, dipenuhi pohon pohon rindang menambah kesan seram tersendiri, sambil menunggu mas Kirom yang sedang mentrasfer, aku melayangkan pandangan kesekitar, berharap bisa menemukan suatu penampakan. ya walau jujur ada rasa parno, namun rasa penasaran mamu mengalahkan rasa parno tersebut.
Kembali ke kostan, kali ini tidak kemana mana lagi, mengobrol santai melepas lelah sambil menonton anime di laptop mas Kirom.
Lelah setelah seharian terus bergerak, akupun tertidur lebih dahulu. sedang mas Kirom masih asik dengan anime di laptop nya.

Jumat, 16 Mei 2014

Turing #5thJombloversary (part 2)

Setelah urusan membeli oleh – oleh selesai, aku dan mas Kirom kembali ke kost-an untuk bersiap ke tirtonadi karna aku akan pulang sore itu juga. Selesai mandi, langsung diajak ketempat makan oleh mas kirom  karna tau bahwa bis 5 Harapan Jaya service makan di RM. Duta ngawi, dan masuk RM Sari Rasa hanya untuk sekedar kontrol saja. Sampailah ke rumah makan sejenis fastfood dengan nama Olive, pilih paket 2 nasi + ayam goreng + soft drink hanya rp. 11.000,- :D wah benar - benar harga kantong anak kost :D

Selesai makan, langsung bergegas ke Terminal Tirtonadi – Solo karna bis akan datang pada pukul 19.30. sampai terminal Tirtonadi langsung menuju agen Harapan Jaya untuk sekedar laporan karna tiket seharga Rp 200.000,- sudah dilunasi oleh mas Kirom sebelum aku sampai ke Solo.
Langsung bergegas ke ruang tunggu terminal sambil menge-charge hp. Sedang berbincang dengan mas Kirom, datang agen Harapan Jaya dan mengembalikan uang makan karna penumang dari Solo tidak mendapat service makan, hanya sarapan pagi saja di Taman Sari 2 nanti.
Melihat kejalur keberangkatan, terdapat Harapan Jaya Galaxy AirS yang sudah standby, tapi itu bukan bis yang akan aku naiki. Jika melihat arsip dari grup HarJay mania, jatah executive nya adalah Jetbus dan keluarga Scorpion dari tentrem. 

Dari pintu masuk terlihat 2 lampu biru diatas body Jetbus sebagai ciri khas disetiap armada PO. Harapan Jaya. Ternyata perkiraan mas kirom meleset, bukan Scorpion X Scania K360 yang masuk, tapi body Jetbus yang pasti dari keluarga Mercy. Masih harap cemas karna armada executive dengan body jetbus di HarJay bisa 1836 atau 1626. Dan jika dilihat dari list yang mengemban armada executive HarJay, jika dapat mercy 1626 sudah termasuk apes, karna di jajaran executive nya berjajar mesin Scania k310, k380, dan yang terbaru k360 serta mercy 1836.
Dan aku sedang beruntung, karna saat masuk parkiran ternyata body bis nya terlihat sangat panjang, dan itu sudah pasti mercy 1836, karna panjangnya lebih dari bis biasa yang hanya 12 meter saja. Senang ternyata dapat bis dengan mesin baru, aku segera naik dan berpamitan serta mengucap terima kasih kepada mas kirom atas semua bantuannya selama turing ini :D *sungkem*

Masuk ke dalam kabin, ternyata kursi nomor 1 sudah diisi oleh orang lain, aku minta untuk bertukar karna aku duduk disitu, tapi orang tersebut tidak mau. Ya tidak apa apa mengalah, lagi pula masih di seat depan, no 2 hehe. Bis berjalan perlahan, sangat terasa kenyamanan dari varian baru mercy di tanah Indonesia ini, dengan pembawaan yang kalem aku serasa dimanjakan oleh PO yang memang mengusung kenyamanannya ini. Saat dilampu merah setelah tirto bersebelahan dengan bis Tingkat kota Solo yang bernama Werkudoro, crew HarJay terlihat senang bisa melihat bis wisata kota Solo tersebut :D

Sepanjang jalan solo – kartosuro bis tetap berjalan santai dan sabar berbeda dengan habit bis muriaan hihi. Hingga akhirnya memasuki daerah boyolali sebuah bis Pahala Kencana menyalip dari sisi kiri. Melihat hal tersebut sang driver menginjak pedal gas lebih dalam, mengejar sang PK hingga akhirnya bisa melewati sang PK tersebut. “wah ternyata kuda nya lari juga, bisa gak tidur nih” pikirku. Kenyamanan yang disuguhkan sang Kuda membuatku tertidur ketika bis mendekati kota salatiga.
Menjelang banyumanik aku kembali terbangun, agak sedikit tersendat namun tetap bisa melaju dengan kecepatan 40 – 60kpj. Menyusuri tol jatingaleh semarang, dapat terlihat pemandangan kota Semarang atas dipenuhi oleh lampu – lampu dari rumah warga yang sangat indah :) aku pun tertidur kembali ketika bis sampai didaerah krapyak.

Kembali terbangun saat bis hampir mencapai RM Sari Rasa. Saat tiba di RM Sari Rasa tidak memakan waktu lama bis langsung berputar keluar rumah makan, aku pun kembali tertidur. Insting bismania ku (gayamu le :p) membangungkan ku saat didaerah subah bis terasa berlari dengan kencang. Aku mengintip ke speedo meter dan melihat jarum menunjuk ke angka 100. “Wow, kuda nya benar benar lari” pikirku. Didepan terlihat bis pariwisata sang bintang biru (Blue Star) sedang slalom dengan truk truk sebagai pion yang dilewati.
Meski dengan panjang yang lebih dari bis besar biasanya, driver dengan santai bisa berlari zig zag melewati rombongan truk truk besar tersebut. Perlahan bis Blue Star pun terkejar, aksi menempelpun diperagakan sang driver hingga saat yang tepat bis Blue Star pun dapat dilewati.  Melewati kota pekalongan, Nampak bis Agra Mas line wonogirian dari arah barat mulai terlihat. Diikuti Kramat Djati ponorogo dan Laju Prima dibelakangnya.

Menjelang pemalang, jalan mulai tersendat dari 2 arah (dari dan menuju Jakarta). Menjelang pertigaan lingkar pemalang, sang driver sedikit berdiskusi dengan crew yang duduk di bangku CB. Dipilihlah untuk masuk Kota. Setelah negosiasi dengan petugas, bis akhirnya dierbolehkan melewati kota. Mungkin sang petugas juga maklum karna melihat jalan yang tersendat tersebut. Sesaat sebelum kembali ke jalur pantura jawa tengah, Nampak bis bis muriaan sudah melintas. Diawali dengan Bejeu, kemudian Haryanto dan juga New Shantika Barxolid (kressan bis Barxolid yang aku naiki sebelumnya). Nampak juga Gunung Harta dan Sindoro Satria Mas, Aku pun kembali tertidur.

Aku kembali terbangun ketika melewati kota brebes bis yang aku naiki terlibat kejar kejaran dengan Karina MB OH 1626. Karina terlihat sangat gesit dan mencoba menjauh dari kejaran Kuda Tulung Agung ini. Driver bis ku tetap menjaga gap dan mencoba mendekati Karina berkali kali, namun berkali kali tersendat karna ada kendaraan lain yang menutup laju bis. Yang membuatku takjub dari Harapan Jaya ini adalah, saat mencoba menyalip dari kiri, dan ternyata ada pengendara motor, maka sang driver akan mengarahkan bis nya kembali ke lajur kanan menempel Karina. Berbeda dengan bis bis yang pernah aku naiki, jika terjadi hal tersebut maka sang driver akan meng-klakson pengendara motor sebagai tanda meminta jalan :D.
Menjelang pejagan, sang Karina akhirnya bisa dilewati. Namun ketika sudah masuk tol Pejagan, karina kembali melewati bis ku ini. Tanpa butuh waktu lama Karina menghilang dikegelapan malam, meninggalkan kelap kelip lampu sign saat meng-over take kendaraan lainnya. Aku mengintip speedometer dan ternyata hanya menyentuh 90Kpj, berbeda dengan saat mengejar Blue Star di subah yang selelu menyentuh 100kpj. Memang untuk MB OH 1836 speed dibatas hingga 100Kpj saja. Kembali, aku pun merebahkan kursi dan tertidur dibuai ayunan suspensi udara yang sangat nyaman tersebut.


Aku pun terbangun ketika bis terjebak kemacetan didaerah ciasem. Sistem buka tutup diberlakukan, namun Beberapa bis yang tidak sabaran dengan paksa mengambil jalur lawan menambah kemacetan. Dalam barisan kendaraan yang mengambil jalur lawan tersebut terdapat 1 bis Harapan jaya, melihat hal tersebut driver bis yang aku naiki ini memarahi crew bis harapan jaya tersebut melalui kaca pintu driver. Ternyata pilihan sang driver untuk tetap dilajur kiri dan tertib dalam antrian sangat tepat, meski merayap namun bisa cepat lolos dari kemacetan. Bis pun dipacu untuk segera sampai di RM Taman Sari 2 guna memberikan snack pagi untuk para penumpang.
Sampai RM Taman Sari 2, seluruh penumpang turun untuk snack pagi. Roti sandwich dan teh manis hangat aku pilih untuk mengganjal perut di subuh itu. selesai menghabiskan snack pagi, aku bergegas ke parkiran dan disan sudah terparkir Mulyo indah dan beberapa bis Lorena – Karina yang sedang beristirahat.

Perjalanan dilanjutkan setelah semua penumpang naik kedalam bis lagi. Pagi itu jalanan cukup lancar karena mengingat hari itu hari libur. Bis diarahkan melalui pintu tol cikopo. Meski berangkat malam dari solo, ternyata bis ini bisa mengejar bis muriaan. Jam 07.12 pagi bis bermacet ria bersama bejeu B11 dan B17 dikarenakan truk yang terbalik. Setelah melewati kemacetan konstan di 90kpj bis menuju exit tol karawang timur untuk menurunkan beberapa penumpang. Kembali menyusuri tol dalam kota dan menjadi bulan bulanan bis lainnya dipagi itu, hingga akhirnya tiba di grogol dan beberapa orang kembali turun, langsung diserbu oleh beberapa tukang ojek.

Tepat jam 09.21 pagi tanggal 31 maret 2014 bis Harapan Jaya seri 5 sampai di Terminal Poris, dan terhitung hanya aku saja yang turun di terminal tempat biasa BMC Banten kopdar tersebut. Tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepada crew bis 5 tersebut, yang tidak hanya mengantarkanku dengan selamat dari solo ke tangerang, tapi juga mengajarkan bahwa tertib dan santun sebagai pengguna jalan itu perlu.

Total 13 jam dari Solo ke Poris sudah termasuk macet, aku menunggang Kuda dari Tulung Agung tersebut, lebih cepat 1 jam dibanding saat aku berkencan dengan mbak Rosalia (Indah) dengan jarak yang sama mungkin karna harapan jaya tidak member service makan di Sari Rasa :D.

Sekali sekali menjajal bis nyaman, dan keluar dari pakem speed hunter ternyata menyenangkan. Semoga secepatnya bisa mencoba bis yang mengusung kenyamanan lainnya. Kompor nya mas kirom panas banget sih. Next time semoga bisa njajal Mulyo Indah Executive atau Raya Super Top ditengah godaan dari Super Executive nya mbak Rosalia (Indah) :D ( Aamiiiiin ).

Oke, sampai sini dulu, nanti dilanjut lagi
Waktunya Gas Jambore Nasional Bismania Community di Malang :D