Setelah urusan membeli oleh – oleh selesai, aku dan mas
Kirom kembali ke kost-an untuk bersiap ke tirtonadi karna aku akan pulang sore
itu juga. Selesai mandi, langsung diajak ketempat makan oleh mas kirom karna tau bahwa bis 5 Harapan Jaya service
makan di RM. Duta ngawi, dan masuk RM Sari Rasa hanya untuk sekedar kontrol
saja. Sampailah ke rumah makan sejenis fastfood dengan nama Olive, pilih paket
2 nasi + ayam goreng + soft drink hanya rp. 11.000,- :D wah benar - benar harga
kantong anak kost :D
Selesai makan, langsung bergegas ke Terminal Tirtonadi –
Solo karna bis akan datang pada pukul 19.30. sampai terminal Tirtonadi langsung
menuju agen Harapan Jaya untuk sekedar laporan karna tiket seharga Rp 200.000,-
sudah dilunasi oleh mas Kirom sebelum aku sampai ke Solo.
Langsung bergegas ke ruang tunggu terminal sambil
menge-charge hp. Sedang berbincang dengan mas Kirom, datang agen Harapan Jaya
dan mengembalikan uang makan karna penumang dari Solo tidak mendapat service
makan, hanya sarapan pagi saja di Taman Sari 2 nanti.
Melihat kejalur keberangkatan, terdapat Harapan Jaya Galaxy
AirS yang sudah standby, tapi itu bukan bis yang akan aku naiki. Jika melihat
arsip dari grup HarJay mania, jatah executive nya adalah Jetbus dan keluarga
Scorpion dari tentrem.
Dari pintu masuk terlihat 2 lampu biru diatas body Jetbus
sebagai ciri khas disetiap armada PO. Harapan Jaya. Ternyata perkiraan mas
kirom meleset, bukan Scorpion X Scania K360 yang masuk, tapi body Jetbus yang
pasti dari keluarga Mercy. Masih harap cemas karna armada executive dengan body
jetbus di HarJay bisa 1836 atau 1626. Dan jika dilihat dari list yang mengemban
armada executive HarJay, jika dapat mercy 1626 sudah termasuk apes, karna di
jajaran executive nya berjajar mesin Scania k310, k380, dan yang terbaru k360
serta mercy 1836.
Dan aku sedang beruntung, karna saat masuk parkiran ternyata
body bis nya terlihat sangat panjang, dan itu sudah pasti mercy 1836, karna
panjangnya lebih dari bis biasa yang hanya 12 meter saja. Senang ternyata dapat
bis dengan mesin baru, aku segera naik dan berpamitan serta mengucap terima
kasih kepada mas kirom atas semua bantuannya selama turing ini :D *sungkem*
Masuk ke dalam kabin, ternyata kursi nomor 1 sudah diisi
oleh orang lain, aku minta untuk bertukar karna aku duduk disitu, tapi orang
tersebut tidak mau. Ya tidak apa apa mengalah, lagi pula masih di seat depan,
no 2 hehe. Bis berjalan perlahan, sangat terasa kenyamanan dari varian baru
mercy di tanah Indonesia ini, dengan pembawaan yang kalem aku serasa dimanjakan
oleh PO yang memang mengusung kenyamanannya ini. Saat dilampu merah setelah
tirto bersebelahan dengan bis Tingkat kota Solo yang bernama Werkudoro, crew
HarJay terlihat senang bisa melihat bis wisata kota Solo tersebut :D
Sepanjang jalan solo – kartosuro bis tetap berjalan santai
dan sabar berbeda dengan habit bis muriaan hihi. Hingga akhirnya memasuki
daerah boyolali sebuah bis Pahala Kencana menyalip dari sisi kiri. Melihat hal
tersebut sang driver menginjak pedal gas lebih dalam, mengejar sang PK hingga
akhirnya bisa melewati sang PK tersebut. “wah ternyata kuda nya lari juga, bisa
gak tidur nih” pikirku. Kenyamanan yang disuguhkan sang Kuda membuatku tertidur
ketika bis mendekati kota salatiga.
Menjelang banyumanik aku kembali terbangun, agak sedikit tersendat
namun tetap bisa melaju dengan kecepatan 40 – 60kpj. Menyusuri tol jatingaleh
semarang, dapat terlihat pemandangan kota Semarang atas dipenuhi oleh lampu –
lampu dari rumah warga yang sangat indah :) aku pun tertidur kembali ketika bis
sampai didaerah krapyak.
Kembali terbangun saat bis hampir mencapai RM Sari Rasa.
Saat tiba di RM Sari Rasa tidak memakan waktu lama bis langsung berputar keluar
rumah makan, aku pun kembali tertidur. Insting bismania ku (gayamu le :p)
membangungkan ku saat didaerah subah bis terasa berlari dengan kencang. Aku
mengintip ke speedo meter dan melihat jarum menunjuk ke angka 100. “Wow, kuda
nya benar benar lari” pikirku. Didepan terlihat bis pariwisata sang bintang
biru (Blue Star) sedang slalom dengan truk truk sebagai pion yang dilewati.
Meski dengan panjang yang lebih dari bis besar biasanya,
driver dengan santai bisa berlari zig zag melewati rombongan truk truk besar
tersebut. Perlahan bis Blue Star pun terkejar, aksi menempelpun diperagakan
sang driver hingga saat yang tepat bis Blue Star pun dapat dilewati. Melewati kota pekalongan, Nampak bis Agra Mas
line wonogirian dari arah barat mulai terlihat. Diikuti Kramat Djati ponorogo
dan Laju Prima dibelakangnya.
Menjelang pemalang, jalan mulai tersendat dari 2 arah (dari dan
menuju Jakarta). Menjelang pertigaan lingkar pemalang, sang driver sedikit
berdiskusi dengan crew yang duduk di bangku CB. Dipilihlah untuk masuk Kota.
Setelah negosiasi dengan petugas, bis akhirnya dierbolehkan melewati kota.
Mungkin sang petugas juga maklum karna melihat jalan yang tersendat tersebut.
Sesaat sebelum kembali ke jalur pantura jawa tengah, Nampak bis bis muriaan
sudah melintas. Diawali dengan Bejeu, kemudian Haryanto dan juga New Shantika
Barxolid (kressan bis Barxolid yang aku naiki sebelumnya). Nampak juga Gunung
Harta dan Sindoro Satria Mas, Aku pun kembali tertidur.
Aku kembali terbangun ketika melewati kota brebes bis yang
aku naiki terlibat kejar kejaran dengan Karina MB OH 1626. Karina terlihat
sangat gesit dan mencoba menjauh dari kejaran Kuda Tulung Agung ini. Driver bis
ku tetap menjaga gap dan mencoba mendekati Karina berkali kali, namun berkali
kali tersendat karna ada kendaraan lain yang menutup laju bis. Yang membuatku
takjub dari Harapan Jaya ini adalah, saat mencoba menyalip dari kiri, dan
ternyata ada pengendara motor, maka sang driver akan mengarahkan bis nya
kembali ke lajur kanan menempel Karina. Berbeda dengan bis bis yang pernah aku
naiki, jika terjadi hal tersebut maka sang driver akan meng-klakson pengendara
motor sebagai tanda meminta jalan :D.
Menjelang pejagan, sang Karina akhirnya bisa dilewati. Namun
ketika sudah masuk tol Pejagan, karina kembali melewati bis ku ini. Tanpa butuh
waktu lama Karina menghilang dikegelapan malam, meninggalkan kelap kelip lampu
sign saat meng-over take kendaraan lainnya. Aku mengintip speedometer dan
ternyata hanya menyentuh 90Kpj, berbeda dengan saat mengejar Blue Star di subah
yang selelu menyentuh 100kpj. Memang untuk MB OH 1836 speed dibatas hingga
100Kpj saja. Kembali, aku pun merebahkan kursi dan tertidur dibuai ayunan
suspensi udara yang sangat nyaman tersebut.
Aku pun terbangun ketika bis terjebak kemacetan didaerah
ciasem. Sistem buka tutup diberlakukan, namun Beberapa bis yang tidak sabaran
dengan paksa mengambil jalur lawan menambah kemacetan. Dalam barisan kendaraan
yang mengambil jalur lawan tersebut terdapat 1 bis Harapan jaya, melihat hal
tersebut driver bis yang aku naiki ini memarahi crew bis harapan jaya tersebut
melalui kaca pintu driver. Ternyata pilihan sang driver untuk tetap dilajur
kiri dan tertib dalam antrian sangat tepat, meski merayap namun bisa cepat
lolos dari kemacetan. Bis pun dipacu untuk segera sampai di RM Taman Sari 2
guna memberikan snack pagi untuk para penumpang.
Sampai RM Taman Sari 2, seluruh penumpang turun untuk snack
pagi. Roti sandwich dan teh manis hangat aku pilih untuk mengganjal perut di
subuh itu. selesai menghabiskan snack pagi, aku bergegas ke parkiran dan disan
sudah terparkir Mulyo indah dan beberapa bis Lorena – Karina yang sedang beristirahat.
Perjalanan dilanjutkan setelah semua penumpang naik kedalam
bis lagi. Pagi itu jalanan cukup lancar karena mengingat hari itu hari libur.
Bis diarahkan melalui pintu tol cikopo. Meski berangkat malam dari solo,
ternyata bis ini bisa mengejar bis muriaan. Jam 07.12 pagi bis bermacet ria
bersama bejeu B11 dan B17 dikarenakan truk yang terbalik. Setelah melewati
kemacetan konstan di 90kpj bis menuju exit tol karawang timur untuk menurunkan
beberapa penumpang. Kembali menyusuri tol dalam kota dan menjadi bulan bulanan
bis lainnya dipagi itu, hingga akhirnya tiba di grogol dan beberapa orang
kembali turun, langsung diserbu oleh beberapa tukang ojek.
Tepat jam 09.21 pagi tanggal 31 maret 2014 bis Harapan Jaya
seri 5 sampai di Terminal Poris, dan terhitung hanya aku saja yang turun di
terminal tempat biasa BMC Banten kopdar tersebut. Tak lupa aku mengucapkan
terima kasih kepada crew bis 5 tersebut, yang tidak hanya mengantarkanku dengan
selamat dari solo ke tangerang, tapi juga mengajarkan bahwa tertib dan santun
sebagai pengguna jalan itu perlu.
Total 13 jam dari Solo ke Poris sudah termasuk macet, aku
menunggang Kuda dari Tulung Agung tersebut, lebih cepat 1 jam dibanding saat
aku berkencan dengan mbak Rosalia (Indah) dengan jarak yang sama mungkin karna harapan
jaya tidak member service makan di Sari Rasa :D.
Sekali sekali menjajal bis nyaman, dan keluar dari pakem
speed hunter ternyata menyenangkan. Semoga secepatnya bisa mencoba bis yang
mengusung kenyamanan lainnya. Kompor nya mas kirom panas banget sih. Next time
semoga bisa njajal Mulyo Indah Executive atau Raya Super Top ditengah godaan
dari Super Executive nya mbak Rosalia (Indah) :D ( Aamiiiiin ).
Oke, sampai sini dulu, nanti dilanjut lagi
Waktunya Gas Jambore Nasional Bismania Community di Malang
:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar