Vakum 3 bulan lebih untuk menulis blog
dan maaf, untuk #Turing Singit part 1 etape 2 dan 3 di skip dulu ._.v
Selamat MayDay untuk para buruh di Indonesia :) #HidupBuruh
Selamat MayDay untuk para buruh di Indonesia :) #HidupBuruh
Yang ditunggu akhirnya tiba, rapelan gaji dibayarkan juga
tepat pertengahan bulan maret itu. Rencana yang disusun dari awal bulan akhirnya
bisa terlaksana, Turing seri 5 memperingati masa 5 tahun menjomblo :p.Yups,
merayakan jomblo. Karna merayakan hari jadian sudah terlalu mainstream O:)
Langsung aku bergegas menuju terminal poris guna memesan
tiket untuk keberangkatan tanggal 28 maret nanti, tepat pada hari jadi jomblo ku
yang ke 5 tahun :p.
Sang agen memberikan kursi 2c atau kursi nomor 7 kepadaku. Agak kurang puas
dengan seat yang diberikan, aku menanyakan jatah seat untuk penumpang poris.
Ternyata seat depan masih kosong. Seakan mengerti keinginanku akhirnya sang
agen memberikan seat 3 atau 1c kepadaku. Dengan senang hati aku iyakan tawaran
sang agen. Selembar uang merah bergambar bapak soekarno dan hatta berpindah
tangan sebagai uang DP karna sang agen belum mengetahui harga fix untuk tanggal
28 karna mengingat akan tiba long weekend.
Sedikit Tanya – Tanya dengan Vena mengenai harga fix untuk
tanggal 28 nanti, dapat jawaban bahwa ternyata harga tiket nya adalah Rp
200.000,- . “wah, muriaan naiknya tinggi juga, padahal hanya long weekend saja”
batinku. Ternyata Vena juga akan ke Jepara pada tanggal yang sama denganku,
namun ia akan naik seri 20 dari Lebak Bulus.
28 Maret 2014
Hari keberangkatan telah tiba, dan surat cuti telah
diserahkan kepada atasan sehari sebelumnya. Tinggal packing dan izin kepada
orang tua saja.
Ba’da sholat jumat langsung bersiap untuk pergi ke terminal
poris, mengingat keberangkatan jam 15.00. Jam 14.30 tiba di terminal poris dan
langsung menuju agen untuk melunasi tiket yang sebelumnya telah di DP. Setelah
menyelesaikan urusan pelunasan tiket langsung berkeliling untuk melihat bis –
bis yang akan mengarungi aspal pantura hari itu.
Tak disangka, teman kerjaku sekaligus admin Ramayana lovers
ternyata turing juga, hanya saja dia ikut Nusantara NS71 untuk ke semarang dan
akan lanjut ke magelang. “tidak selamanya mania ikut bis pujaannya, ada kalanya
untuk mencoba rasa yang berbeda” :). Tidak lama kami berbincang karena bis New Shantika serie 5
dengan julukan Barxolid “Maxalmina” yang akan mengantarku mengarungi pantura
segera diberangkatkan.
Bis langsung keluar poris menuju kalideres menyusul PO.
Haryanto HR94 yang telah start duluan. Di terminal Kali Deres ini banyak
penumpang yang naik, hingga tinggal tersisa beberapa seat saja. Bis kembali
bergerak menuju agen Rawa Buaya untuk menaikan beberapa penumpang. Dan ternyata
penumpang yang ditunggu belum datang juga. Hingga akhirnya menjelang maghrib
penumpang tersebut baru datang. Ya bisa ditebak, bukan hanya penumpang saja
yang kesal menunggu, tapi crew pun ikut kesal karena keterlambatan tersebut.
Setelah proses menunggu yang lama tadi, bis langsung masuk
kembali ke tol Rawa Buaya dan langsung dengan kecepatan penuh menuju exit tol
meruya, mengarah ke tol dalam kota Jakarta. Ndilalah, baru sampe kebon jeruk
sudah terlihat antrian yang sangat panjang, dan dalam antrian tersebut terlihat
sosok bis putih dengan motif oranye, bisa ditebak bahwa itu si 5B dengan
julukan Panoramic, salah satu armada New Shantika yang mengemban tugas melayani
rute Jepara – Merak. “tidak kah kau salah jalan panoramic? Tol dalam kota sudah
pasti macet di jam pulang para pengais rezeki di ibukota Negara kita ini, sudah
jarak yang jauh, kau pun harus berlama disini” ucapku dalam hati, melihat sang
Panoramic yang dahulu biasa lewat depan gang rumahku dan langsung ke tol JORR
untuk menuju Jepara. Biarpun macet, macetnya tidak separah di tol dalam kota
ini.
Menghilangkan bosan, aku bbm temanku yang sedang berada
didalam kabin NS71 untuk menanyakan posisi nya. Dan ternyata posisi nya sudah
masuk tol japek, jauh didepan bis ku yang masih saja di fly over tomang. Tak
lupa menanyakan posisi Vena yang berangkat via Lebak Bulus dengan bis serie 20
nya, namun belum ada balasan, dan akupun tertidur.
masih di tomang -_-
Bangun masih di daerah senayan dan teringat saat turing
dengan crew singit pasca lebaran lalu dengan HR93 “New Tatto 505” dimana saat
itu juga didaerah senanyan ini sedang diguyur hujan, akupun tertidur lagi,
selain karna bosan dengan kemacetan Jakarta sore itu, seat Barxolid yang sangat
tebal itu sama dengan serie 8 “Elegance” Rawamangun memanjakan tubuh ini dan
juga didukung chassis Mercy 1626 yang built in air suspension sangat empuk dan
postur body-nya yang non HD sehingga bis jadi lebih stabil dan nyaman. Seat
Aldilla tebal itu sedikit kurebahkan tanpa memperdulikan dua sejoli yang duduk
tepat dibelakang seatku, semacam iri dengan dua sejoli itu hingga aku berbuat
arogan hahaha.
Terbangun kembali ketika akan memasuki gerbang tol cikarang
utama, dari arah sebaliknya juga terlihat antrian yang amat panjang. Lepas
gerbang tol keadaan lebih lengang sehingga bis bisa dipacu dengan cepat, sempat
meng-overtake pahala kencana dan beberapa bis cirebonan. Hingga akhirnya bis
diarahkan melalui klari karna menjemput 1 penumpang lagi, yang tidak lain
adalah salah satu dari suami penumpang bis seri 5 ini.
Grup whatsapp bmc banten tidak hentinya saling mengabarkan
kondisi jalan pantura, mas bayu yang lebih dulu jalan mengabarkan bahwa
kemacetan tidak lain terjadi didaerah ciasem dan pasar patrol karna kebakaran.
Aku hanya bisa pasrah mendengar kabar tersebut, sambil
menikmati kemacetan dipantura jabar ini yang disebabkan oleh perbaikan jalan.
Banjir yang melanda jalur pantura membuahkan sebuah PR besar bagi pemerintah,
lubang disana sini membuat kendaraan berjalan lambat, bahkan menyebabkan
diharuskannya menggunakan satu jalur untuk arah dari dan menuju ke Jakarta.
Bersama HR92 berdua melewati padatnya kendaraan, sesekali merampas jalur lawan. yang lucu adalah saat bis ku mengantri dikemacetan, melihat jalur lawan kosong sebuah bis Kramat Djati nekat buka jalur, namun ternyata setelah badan bis melewati celah diantara pembatas jalur, dari arah berlawanan datang kendaraan yang hendak mengarah ke jakarta, karna ternyata terdapat sistem buka tutup akibat perbaikan jalan, sehingga bis Kramat Djati harus mandek dan menyebabkan kemacetan hahaha.
Mendekati rumah makan Barokah Indah, tempat bis - bis New
Shantika memberikan service makan untuk para penumpangnya, terlihat penyebab
kemacetan yaitu perbaikan jalan yang mengarah ke timur. Ketika sampai di rumah
makan terparkir beberapa bis New Shantika yang ternyata ikut terlambat karna
kemacetan tadi, diantaranya seri 18 “Flexible”, seri 8 Scania K380, seri 5c
“Stereo”, BI3 dan disusul seri 5B "Panoramic". juga terdapat bis Laju Prima dan Laju Utama yang sedang
beristirahat.
bersama panoramic dan laju prima
Makan malam yang bisa dibilang makan Sahur ini semakin
diperparah dengan sajian prasmanan yang buruk, nasi yang keras, lauk yang belum
diangetin dan kuah sayur saja. Ku pilih lauknya adalah telur dengan bumbu,
dengan niat untuk membasahi nasi yang keras agar lebih lunak. Ternyata
pikiranku meleset, justru makan sahur tersebut jadi semakin aneh karna kuah/bumbu
telur nya sudah asam karna tidak dihangati. Akhirnya hanya air teh hangat saja
yang aku habiskan untuk mengganjal rasa lapar. Ya mungkin hanya ini saja
kekurangan dari New Shantika :|
ada baiknya pindah rumah makan saja ._.v “just suggest, no offense”
Selesai service makan malam (sahur tepatnya) bis kembali
melanjutkan perjalanan, kali ini lingkar kemudi dipegang oleh driver tengah
yang lebih muda. Pembawaannya cepat dan agresif, sayang tidak ada lawan yang
sebanding, hanya truk – truk besar yang jadi lawannya. Sambil mengemudi, driver
tengah menelpon rekannya seri 5 juga yang sedang menuju Jakarta untuk buka
jalur saja jika mendekati rumah makan barokah indah, aku senyum senyum sendiri
mendengar usul yang nyeleneh itu hihihi.
memasuki tol palikanci laju bis semakin cepat, jalan tol
yang sepi membuat lari seri 5 ini tak terhentikan, didukung body non high deck
membuat bis stabil hingga kecepatan tetap dipertahankan meski jalan yang tidak
rata tersebut. Lepas pejagan dan mengarah ke brebes bis berhasil mengejar
beberapa santoso dan dedy jaya, dari arah berlawanan Nampak bis – bis Jawa
timuran mengarah ke Jakarta terlihat, diantaranya adalah rombongan bis Pahala
Kencana, Harapan Jaya dan Lorena. Sedang asik membuntuti bis Santoso, dengan
urutan bis Santoso, sedan, kijang dan bis 5 yang saya naiki hamper saja terjadi
tabrakan beruntun karna dengan tiba tiba bis Santoso berhenti mendadak padahal
didepannya tidak ada apa apa. Kijang yang ada didepan bis 5 langsung banting
stir ke kiri diikuti bis 5 yang saya naiki dengan sebelumnya melakukan rem paku
sehingga para penumpang terbangun dan sandal para penumpang yang ada dibawah
berpindah menumpuk didepan. Setelah kejadian menegangkan tadi, rasa kantuk
kembali menghampiriku, mempengaruhiku untuk menyandarkan diriku diseat Aldilla tebal
yang disebut President Suit itu.
Aku terbangun ketika lampu kabin bis dinyalakan dan seruan
crew bis seri 5 ini untuk melaksanakan Sholat Subuh. Ini dia salah satu kelebihan
yang kusuka dari new Shantika, dimana bis akan berhenti untuk memberi
kesempatan penumpang melaksanakan sholat :D aku perhatikan saat itu masih
didaerah Pemalang.
Selesai sholat, tak lupa aku abadikan sosok putih hitam
tersebut dengan kamera hp ku, dan crew pun mengisyaratkan para penumpang untuk
kembali naik bis guna melanjutkan perjalanan. Kembali lingkar kemudi dipegang
oleh driver pinggir, sosok tua yang sedang tidak fit, sehingga bis tidak
dipaksa untuk berlari. Pembawaan yang tidak terlalu cepat namun konstan membuat
bis 5 ini dapat mengejar new Shantika lainnya, yaitu 5C yang sudah jalan
duluan. Sepanjang jalur batang bis membuntuti sang 5C, yang tidak lain adalah
Janda dari para crew bis Barxolid yang aku naiki ini.
Dijalur alas roban, berdua bis 5 dan 5C menuruni bukit yang
berkelok kelok melewati barisan truk yang berjalan lambat. Terlihat driver 5C
lebih agresif dibanding driver bis 5 ini, bis 5C mulai menghilang bersembunyi
dibalik badan besar truk truk tersebut, hingga akhirnya terkejar kembali saat
akan check di RM Bukit Indah. Selesai check, bis 5C berangkat terlebih dahulu.
Didaerah Kendal lingkar kemudi kembali dipegang driver tengah, tanpa buang
waktu langsung menginjak pedal gas dalam dalam karna hari sudah terang.
saat subuhan di Pemalang
ngintip dari belakang 5c "Stereo"
tempel terus 5c, ngeblong PEC Transport
Kulihat jam menunjukan pukul 8 pagi saat akan Memasuki kota
semarang, aku pun mengabarkan Vena bahwa aku tidak jadi ke jepara karna sudah
kesiangan dan harus ke Solo, beberapa penumpang turun di lampu merah krapyak, aku
pun bersiap siap karna akan turun di terminal terboyo. Kusempatkan untuk bbm
mas abby dan mas senna. Seketika aku panik ketika bis berbelok kearah tol
semarang, aku berpikir bahwa bis tidak akan lewat terboyo. Akupun berharap –
harap cemas dan pasrah bahwa akan turun di kudus.
setelah diingat – ingat bis yang kesiangan melewati semarang
tidak boleh lewat kota, dan harus lewat tol semarang yang nanti nya tetap akan
melewati terminal terboyo. “keasikan berlama – lama di bis nyaman bikin gua jadi amnesia nih”
batinku sambil disertai senyum karna ingat akan kebodohanku sendiri.
Jam 08.34 bis mendekati terminal terboyo, dan dua sejoli
yang duduk dibelakangku turun universitas muhammadiyah semarang (cmiiiw), tak
jauh dari situ akupun turun didepan pintu masuk terminal terboyo. Akupun
bergegas turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew New Shantika
seri 5 Barxolid, yang telah mengantarku ke semarang.
Hampir 18 jam untuk jarak Tangerang – Semarang, puas
menikmati perjalanan dengan bis nyaman sebagai pembuka dari turing
#happy5thjombloversary ku
Bersambung……






Tidak ada komentar:
Posting Komentar