Kamis, 01 Mei 2014

Turing #5thJombloversary (part 1)



Vakum 3 bulan lebih untuk menulis blog
dan maaf, untuk #Turing Singit part 1 etape 2 dan 3 di skip dulu ._.v
Selamat MayDay untuk para buruh di Indonesia :) #HidupBuruh

Yang ditunggu akhirnya tiba, rapelan gaji dibayarkan juga tepat pertengahan bulan maret itu. Rencana yang disusun dari awal bulan akhirnya bisa terlaksana, Turing seri 5 memperingati masa 5 tahun menjomblo :p.Yups, merayakan jomblo. Karna merayakan hari jadian sudah terlalu mainstream O:)


Langsung aku bergegas menuju terminal poris guna memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 28 maret nanti, tepat pada hari jadi jomblo ku yang ke 5 tahun :p. Sang agen memberikan kursi 2c atau kursi nomor 7 kepadaku. Agak kurang puas dengan seat yang diberikan, aku menanyakan jatah seat untuk penumpang poris. Ternyata seat depan masih kosong. Seakan mengerti keinginanku akhirnya sang agen memberikan seat 3 atau 1c kepadaku. Dengan senang hati aku iyakan tawaran sang agen. Selembar uang merah bergambar bapak soekarno dan hatta berpindah tangan sebagai uang DP karna sang agen belum mengetahui harga fix untuk tanggal 28 karna mengingat akan tiba long weekend.


Sedikit Tanya – Tanya dengan Vena mengenai harga fix untuk tanggal 28 nanti, dapat jawaban bahwa ternyata harga tiket nya adalah Rp 200.000,- . “wah, muriaan naiknya tinggi juga, padahal hanya long weekend saja” batinku. Ternyata Vena juga akan ke Jepara pada tanggal yang sama denganku, namun ia akan naik seri 20 dari Lebak Bulus.


28 Maret 2014


Hari keberangkatan telah tiba, dan surat cuti telah diserahkan kepada atasan sehari sebelumnya. Tinggal packing dan izin kepada orang tua saja.

Ba’da sholat jumat langsung bersiap untuk pergi ke terminal poris, mengingat keberangkatan jam 15.00. Jam 14.30 tiba di terminal poris dan langsung menuju agen untuk melunasi tiket yang sebelumnya telah di DP. Setelah menyelesaikan urusan pelunasan tiket langsung berkeliling untuk melihat bis – bis yang akan mengarungi aspal pantura hari itu.
 Tak disangka, teman kerjaku sekaligus admin Ramayana lovers ternyata turing juga, hanya saja dia ikut Nusantara NS71 untuk ke semarang dan akan lanjut ke magelang. “tidak selamanya mania ikut bis pujaannya, ada kalanya untuk mencoba rasa yang berbeda” :). Tidak lama kami berbincang karena bis New Shantika serie 5 dengan julukan Barxolid “Maxalmina” yang akan mengantarku mengarungi pantura segera diberangkatkan.
 

Bis langsung keluar poris menuju kalideres menyusul PO. Haryanto HR94 yang telah start duluan. Di terminal Kali Deres ini banyak penumpang yang naik, hingga tinggal tersisa beberapa seat saja. Bis kembali bergerak menuju agen Rawa Buaya untuk menaikan beberapa penumpang. Dan ternyata penumpang yang ditunggu belum datang juga. Hingga akhirnya menjelang maghrib penumpang tersebut baru datang. Ya bisa ditebak, bukan hanya penumpang saja yang kesal menunggu, tapi crew pun ikut kesal karena keterlambatan tersebut.


Setelah proses menunggu yang lama tadi, bis langsung masuk kembali ke tol Rawa Buaya dan langsung dengan kecepatan penuh menuju exit tol meruya, mengarah ke tol dalam kota Jakarta. Ndilalah, baru sampe kebon jeruk sudah terlihat antrian yang sangat panjang, dan dalam antrian tersebut terlihat sosok bis putih dengan motif oranye, bisa ditebak bahwa itu si 5B dengan julukan Panoramic, salah satu armada New Shantika yang mengemban tugas melayani rute Jepara – Merak. “tidak kah kau salah jalan panoramic? Tol dalam kota sudah pasti macet di jam pulang para pengais rezeki di ibukota Negara kita ini, sudah jarak yang jauh, kau pun harus berlama disini” ucapku dalam hati, melihat sang Panoramic yang dahulu biasa lewat depan gang rumahku dan langsung ke tol JORR untuk menuju Jepara. Biarpun macet, macetnya tidak separah di tol dalam kota ini.


Menghilangkan bosan, aku bbm temanku yang sedang berada didalam kabin NS71 untuk menanyakan posisi nya. Dan ternyata posisi nya sudah masuk tol japek, jauh didepan bis ku yang masih saja di fly over tomang. Tak lupa menanyakan posisi Vena yang berangkat via Lebak Bulus dengan bis serie 20 nya, namun belum ada balasan, dan akupun tertidur.
masih di tomang -_-


Bangun masih di daerah senayan dan teringat saat turing dengan crew singit pasca lebaran lalu dengan HR93 “New Tatto 505” dimana saat itu juga didaerah senanyan ini sedang diguyur hujan, akupun tertidur lagi, selain karna bosan dengan kemacetan Jakarta sore itu, seat Barxolid yang sangat tebal itu sama dengan serie 8 “Elegance” Rawamangun memanjakan tubuh ini dan juga didukung chassis Mercy 1626 yang built in air suspension sangat empuk dan postur body-nya yang non HD sehingga bis jadi lebih stabil dan nyaman. Seat Aldilla tebal itu sedikit kurebahkan tanpa memperdulikan dua sejoli yang duduk tepat dibelakang seatku, semacam iri dengan dua sejoli itu hingga aku berbuat arogan hahaha.


Terbangun kembali ketika akan memasuki gerbang tol cikarang utama, dari arah sebaliknya juga terlihat antrian yang amat panjang. Lepas gerbang tol keadaan lebih lengang sehingga bis bisa dipacu dengan cepat, sempat meng-overtake pahala kencana dan beberapa bis cirebonan. Hingga akhirnya bis diarahkan melalui klari karna menjemput 1 penumpang lagi, yang tidak lain adalah salah satu dari suami penumpang bis seri 5 ini.


Grup whatsapp bmc banten tidak hentinya saling mengabarkan kondisi jalan pantura, mas bayu yang lebih dulu jalan mengabarkan bahwa kemacetan tidak lain terjadi didaerah ciasem dan pasar patrol karna kebakaran.

Aku hanya bisa pasrah mendengar kabar tersebut, sambil menikmati kemacetan dipantura jabar ini yang disebabkan oleh perbaikan jalan. Banjir yang melanda jalur pantura membuahkan sebuah PR besar bagi pemerintah, lubang disana sini membuat kendaraan berjalan lambat, bahkan menyebabkan diharuskannya menggunakan satu jalur untuk arah dari dan menuju ke Jakarta.
Bersama HR92 berdua melewati padatnya kendaraan, sesekali merampas jalur lawan. yang lucu adalah saat bis ku mengantri dikemacetan, melihat jalur lawan kosong sebuah bis Kramat Djati nekat buka jalur, namun ternyata setelah badan bis melewati celah diantara pembatas jalur, dari arah berlawanan datang kendaraan yang hendak mengarah ke jakarta, karna ternyata terdapat sistem buka tutup akibat perbaikan jalan, sehingga bis Kramat Djati harus mandek dan menyebabkan kemacetan hahaha.


Mendekati rumah makan Barokah Indah, tempat bis - bis New Shantika memberikan service makan untuk para penumpangnya, terlihat penyebab kemacetan yaitu perbaikan jalan yang mengarah ke timur. Ketika sampai di rumah makan terparkir beberapa bis New Shantika yang ternyata ikut terlambat karna kemacetan tadi, diantaranya seri 18 “Flexible”, seri 8 Scania K380, seri 5c “Stereo”, BI3 dan disusul seri 5B "Panoramic". juga terdapat bis Laju Prima dan Laju Utama yang sedang beristirahat.
bersama panoramic dan laju prima



Makan malam yang bisa dibilang makan Sahur ini semakin diperparah dengan sajian prasmanan yang buruk, nasi yang keras, lauk yang belum diangetin dan kuah sayur saja. Ku pilih lauknya adalah telur dengan bumbu, dengan niat untuk membasahi nasi yang keras agar lebih lunak. Ternyata pikiranku meleset, justru makan sahur tersebut jadi semakin aneh karna kuah/bumbu telur nya sudah asam karna tidak dihangati. Akhirnya hanya air teh hangat saja yang aku habiskan untuk mengganjal rasa lapar. Ya mungkin hanya ini saja kekurangan dari New Shantika :| ada baiknya pindah rumah makan saja ._.v “just suggest, no offense”


Selesai service makan malam (sahur tepatnya) bis kembali melanjutkan perjalanan, kali ini lingkar kemudi dipegang oleh driver tengah yang lebih muda. Pembawaannya cepat dan agresif, sayang tidak ada lawan yang sebanding, hanya truk – truk besar yang jadi lawannya. Sambil mengemudi, driver tengah menelpon rekannya seri 5 juga yang sedang menuju Jakarta untuk buka jalur saja jika mendekati rumah makan barokah indah, aku senyum senyum sendiri mendengar usul yang nyeleneh itu hihihi.


memasuki tol palikanci laju bis semakin cepat, jalan tol yang sepi membuat lari seri 5 ini tak terhentikan, didukung body non high deck membuat bis stabil hingga kecepatan tetap dipertahankan meski jalan yang tidak rata tersebut. Lepas pejagan dan mengarah ke brebes bis berhasil mengejar beberapa santoso dan dedy jaya, dari arah berlawanan Nampak bis – bis Jawa timuran mengarah ke Jakarta terlihat, diantaranya adalah rombongan bis Pahala Kencana, Harapan Jaya dan Lorena. Sedang asik membuntuti bis Santoso, dengan urutan bis Santoso, sedan, kijang dan bis 5 yang saya naiki hamper saja terjadi tabrakan beruntun karna dengan tiba tiba bis Santoso berhenti mendadak padahal didepannya tidak ada apa apa. Kijang yang ada didepan bis 5 langsung banting stir ke kiri diikuti bis 5 yang saya naiki dengan sebelumnya melakukan rem paku sehingga para penumpang terbangun dan sandal para penumpang yang ada dibawah berpindah menumpuk didepan. Setelah kejadian menegangkan tadi, rasa kantuk kembali menghampiriku, mempengaruhiku untuk menyandarkan diriku diseat Aldilla tebal yang disebut President Suit itu.


Aku terbangun ketika lampu kabin bis dinyalakan dan seruan crew bis seri 5 ini untuk melaksanakan Sholat Subuh. Ini dia salah satu kelebihan yang kusuka dari new Shantika, dimana bis akan berhenti untuk memberi kesempatan penumpang melaksanakan sholat :D aku perhatikan saat itu masih didaerah Pemalang.


Selesai sholat, tak lupa aku abadikan sosok putih hitam tersebut dengan kamera hp ku, dan crew pun mengisyaratkan para penumpang untuk kembali naik bis guna melanjutkan perjalanan. Kembali lingkar kemudi dipegang oleh driver pinggir, sosok tua yang sedang tidak fit, sehingga bis tidak dipaksa untuk berlari. Pembawaan yang tidak terlalu cepat namun konstan membuat bis 5 ini dapat mengejar new Shantika lainnya, yaitu 5C yang sudah jalan duluan. Sepanjang jalur batang bis membuntuti sang 5C, yang tidak lain adalah Janda dari para crew bis Barxolid yang aku naiki ini.

Dijalur alas roban, berdua bis 5 dan 5C menuruni bukit yang berkelok kelok melewati barisan truk yang berjalan lambat. Terlihat driver 5C lebih agresif dibanding driver bis 5 ini, bis 5C mulai menghilang bersembunyi dibalik badan besar truk truk tersebut, hingga akhirnya terkejar kembali saat akan check di RM Bukit Indah. Selesai check, bis 5C berangkat terlebih dahulu. Didaerah Kendal lingkar kemudi kembali dipegang driver tengah, tanpa buang waktu langsung menginjak pedal gas dalam dalam karna hari sudah terang.
 saat subuhan di Pemalang
ngintip dari belakang 5c "Stereo"
tempel terus 5c, ngeblong PEC Transport



Kulihat jam menunjukan pukul 8 pagi saat akan Memasuki kota semarang, aku pun mengabarkan Vena bahwa aku tidak jadi ke jepara karna sudah kesiangan dan harus ke Solo, beberapa penumpang turun di lampu merah krapyak, aku pun bersiap siap karna akan turun di terminal terboyo. Kusempatkan untuk bbm mas abby dan mas senna. Seketika aku panik ketika bis berbelok kearah tol semarang, aku berpikir bahwa bis tidak akan lewat terboyo. Akupun berharap – harap cemas dan pasrah bahwa akan turun di kudus.

setelah diingat – ingat bis yang kesiangan melewati semarang tidak boleh lewat kota, dan harus lewat tol semarang yang nanti nya tetap akan melewati terminal terboyo. “keasikan berlama – lama  di bis nyaman bikin gua jadi amnesia nih” batinku sambil disertai senyum karna ingat akan kebodohanku sendiri.


Jam 08.34 bis mendekati terminal terboyo, dan dua sejoli yang duduk dibelakangku turun universitas muhammadiyah semarang (cmiiiw), tak jauh dari situ akupun turun didepan pintu masuk terminal terboyo. Akupun bergegas turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew New Shantika seri 5 Barxolid, yang telah mengantarku ke semarang.


Hampir 18 jam untuk jarak Tangerang – Semarang, puas menikmati perjalanan dengan bis nyaman sebagai pembuka dari turing #happy5thjombloversary ku 


Bersambung……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar