Sabtu, 31 Mei 2014

OVA "Touring #5thJombloversary : After 7 years"

Buat yang sering nonton anime pasti tau apa itu OVA
OVA, simple nya adalah kejadian dalam cerita, namun tidak dimasukan kedalam cerita utama

Setelah sampai diterminal Terboyo, tanpa buang waktu aku pun bergegas menuju RSI Sultan Agung untuk sekedar mandi, mengingat jam sudah menunjukan pukul 08.30 . selesai mandi, langsung berjalan kedalam terminal Terboyo. Letaknya memang jauh dari jalan utama dan dekat dengan kantor Siba Surya. Siba Surya adalah perusahaan Truck Ekspedisi.

Setelah sampai terminal, langsung saja aku cari warung untuk sarapan dan sekedar menge-charge hp. Sambil sarapan yang bisa dibilang sambil jamak makan siang tersebut, aku melihat 2 bis Eka tujuan Semarang – Surabaya via Solo. Langsung BBM mas heru, sang mandoran Eka menanyakan jadwal Eka dari Semarang. Ternyata Eka pertama dari Semarang itu jam 11 siang, aku batalkan niat naik Eka karna mas Kirom sudah menunggu dari pagi di Solo.
Kebetulan saat itu jam nya Raya Semarang – Solo, selesai makan, aku langsung bergegas naik bis raya tersebut. Dengan mesin Hino AK berbody Discovery, dengan konfigurasi seat 2-2. Kursi nya berukuran besar, beda dengan para kompetitornya, sehingga lorong didalam bis pun hanya tersisa sedikit ruang. Tidak hanya bis malamnya yang juga dipenuhi sepuh, bis ac ekonomi ini pun dipenuhi oleh sepuh. Sambil menyeser penumpang, bis diarahkan menuju tol semarang untuk menuju sukun Banyumanik. Di tol tersebut kulihat speedometer menyentuh angka 100kpj :D.

Sampai di sukun Banyumanik, tanpa membutuhkan waktu lama bis sudah dipenuhi oleh para penumpang, dan dari spion kiri aku melihat bis Raya juga menyodok dari belakang, menandakan bis yang aku naiki harus segera berangkat untuk memberi jatah penumpang ke temannya tersebut.
Bis tidak bisa dibawa kencang, karena lalu lintas cukup padat, sempat kressan dengan Rajawali dan Ramayana yang menuju semarang, hingga akhirnya lalu lintas yang mengarah ke solo mengalami kemacetan. Ternyata penyebabnya adalah bis Royal Safari yang stooring disisi kiri jalan. Selepas kemacetan tadi, laju bis tetap tidak bisa dipercepat mengingat kondisi lalu lintas yang saat itu memang benar benar ramai. Selain itu terdapat pembetonan jalan sebagian, sehingga kendaraan harus hati hati dalam melintas. Menjelang salatiga, kembali dihadapi dengan kemacetan yang kali ini disponsori oleh bis Muncul dan sebuah mobil sedan.  Aku pun tertidur karna masih kecapean dan bete karna disuguhkan kemacetan terus – menerus.

Terbangun ketika bis sudah memasuki daerah boyolali, dan kembali disuguhkan kemacetan panjang. Aku mengecek hp, dan ternyata ada sms dari mas kirom yang menanyakan posisi ku (maaf ya mas, jadi kelamaan tunggu :P). sambil menikmati kemacetan, aku mendengarkan diskusi antara driver dengan seorang ibu yang aku taksir dia adalah pelanggan bis raya ini. Dari percakapannya tersebut aku mendengar bahwa didaerah itu belum lama ini terjadi kecelakaan, hingga sampai didaerah lampu merah yang dimaksud memang terdapat banyak pecahan  kaca.

Mendekati daerah terminal Kartosuro, terlihat penyebab kemacetan adalah sebuah truk yang terguling. Karena posisi nya yang melintang menyebabkan kendaraan lain harus perlahan melewati jalan tersebut. Sang driver berinisiatif membuka jalur, langsung diambil jalur lawan guna melewati kemacetan tersebut. Lampu hazard pun dinyalakan, kendaraan dari arah berlawanan pun minggir ke lajur kiri guna memberi jalan kepada bis Raya. Ternyata, tidak jauh dari truk besar yang terguling tadi, sebuah truk berukuran sedang mengalami patah as roda belakang, dan sedang memindahkan muatan nya ke truk satu lagi.
Bis pun kembali memasuki jalur sebenarnya saat ada celah untuk putar balik, langsung bis mengarah ke terminal kartosuro untuk menurunkan beberapa penumpang. Sampai di terminal kartosuro bis langsung diburu oleh para penumpang yang hendak ke solo, tanpa waktu lama bis langsung berjalan kembali menuju terminal Tirtonadi – Solo.

Pukul setengah 1 lewat, akhirnya bis tiba di terminal Tirtonadi – Solo, terlihat bangunan untuk bagian bis Surabayaan sedang dibongkar, aku pun menuju bangunan utama dengan misi mencari stop kontak untuk mengecharge hp yang kembali lowbat karna di charge sebentar saat di terboyo.
Tanpa memperdulikan sekitar, dengan cuek aku lesehan sambil menge-charge hp dan Memberi kabar ke mas kirom bahwa aku sudah sampai Tirtonadi dan ingin istirahat sejenak. Sedang asiknya berkicau di twitter, tiba tiba ada sebuah sms masuk, yang isi nya

“Aku bisa ndri, tapi ada waktunya jam 3 sore nanti”
Itu adalah balasan dari sms yang aku kirim kemarin kepada temanku. Namanya Ayu Erliza, teman semasa SMP dulu yang kini kuliah di UNS, seperti mas Kirom. Aku iyakan sebagai tanda setuju, dan langsung beranjak ke tempat pemberangkatan bis bumel karna waktu sudah menunjukan pukul stengah 2 siang. Sudah terparkir bis harta sanjaya bertujuan sragen, langsung ku naiki dan ternyata masih sedikit penumpang. Setelah hampir 10menit menunggu, akhirnya bis berjalan, aku membayar Rp 3000 sebagai mahar menggunakan jasa PO bis tersebut yang mengantarkanku ke Bangjo Sekarpace, dekat dengan kampus UNS dimana tempat kost-an mas Kirom berada.
Kembali aku mengabari mas Kirom, bahwa aku sudah berada digang depan kost—an mas Kirom, dan tanpa menunggu lama, mas Kirom sudah menjemput dengan motor vega R nya yang dipenuhi oleh stiker yang berhubungan dengan bis :D

Pukul 14.30, setelah bisa meluruskan badan dan berleyeh –leyeh sejenak, aku pun langsung mandi karna akan memenuhi janji untuk bertemu tadi. Selesai mandi, dengan ditemani mas kirom, aku menuju kampus UNS karna janjian akan bertemu disana sebelum kemudian pergi ke Mom Milk.
Setelah sampai di UNS aku pun menanyakan posisi teh Ayu (panggilan untuk Ayu Erliza), ternyata beliau sudah didepan UNS juga. Celingak celinguk mencari sosok teh Ayu, ternyata beliau ada disisi yang berbeda. Teh Ayu langsung menuju ke arahku, dengan gerak lambat dan kami pun berpelukan serta cipika cipiki, dan melihat hal itu mas Kirom pun membanting helm nya dan langsung pergi meninggalkan kami……. 

Eh engga ding :v gak gitu kejadiannya, back to real life! Fokus fokus!

Teh Ayu mendatangi kami berdua, langsung aku sungkem dan memperkenalkan Teh Ayu dengan Mas Kirom. kami bergegas ke Mom Milk, tempat yang biasa teh Ayu kunjungi diwaktu senggang. Sampai di TKP, setelah memesan minuman dan camilan kami pun mengobrol tentang kesibukan masing – masing, maklum aku dan teh Ayu sudah tidak bertemu selama 7 tahun, terakhir ketemu saat perpisahan SMP :)
Teh Ayu menanyakan kesibukanku dan sepertinya tertarik dengan hobby ku yang biasa jalan jalan gak jelas hanya untuk naik bis hahaha :P. aku pun menjelaskan hobby yang mungkin dianggap aneh oleh orang lain tersebut, dan juga awal perkenalan saya dengan mas Kirom yang berawal dari media sosial dengan berdasar dari kesamaan hobby :)
Giliranku yang menanyakan kesibukan teh Ayu, dan ternyata beliau sedang sibuk di lab karna ada proyek dari dosennya, dia adalah Asisten Dosen sekaligus Asisten Lab. Tidak aneh bagiku, karna saat SMP pun beliau sudah menjadi asisten guru matematika, dan itu juga kenapa dia dipanggil Teteh, sebagai orang yang dituakan dan dihormati :)

Oiya, ternyata mas Kirom sama Teh Ayu sama sama akan Wisuda bulan September tahun ini. Sesama mahasiswa UNS, keduanya saling curhat mengenai fakultas masing – masing. 

Tak terasa sudah hampir maghrib, kami pun beranjak pulang karna teh Ayu juga harus belanja untuk keperluan bulanan. Saat hendak membayar, teh Ayu mencegahku dan mas Kirom untuk mengeluarkan uang. “eh mana ada yang kuliah bayarin yang udah kerja, ada juga yang udah kerja bayarin yang masih kuliah” ucapku. Tapi teh Ayu tetap bersikeras untuk tetap membayari kami, setelah saling bersikeras akhirnya aku mengalah dan mengajukan syarat, saat nanti berkumpul di Tangerang, aku yang mentraktir teh Ayu.

(Pantesan aja gua jomblo terus, makan aja dibayarin sama cewek *tepok jidat*)

Setidaknya parkiran motor aku yang bayar, sedikit menyelamatkan wajahku sebagai laki laki :v hahaha.

Sebelum berpisah, kembali aku Sungkem ke teh Ayu


“loh kok Andry sih yang sungkem ke Ayu, kan harusnya Ayu yang sungkem”
“bukannya Teh Ayu bulan maret ya?”
“iya, tapikan 93”
Setelah perdebatan umur tadi, teh Ayu kemudian sungkem kepadaku (mungkin para pengunjung mom milk yang melihat hal tersebut menganggap aku dan teh Ayu adalah pasangan LDR yang jarang bertemu karena sang wanita kuliah jauh dari tempat asalnya :p). kami pun berpisah, teh Ayu harus pergi untuk membeli keperluan sehari –hari, dan aku bersama mas Kirom akan ke pasar klewer untuk membeli oleh - oleh.

Sesampai nya di pasar klewer, ternyata keadaan sudah tutup. Kami pun langsung kembali ke kostan. Kembali istirahat sambil mengobrol santai tentang bis, lagi lagi kompor mas Kirom kembali menyala, “mas naik Mulyo Indah aja”. Padahal tiket bis Harapan Jaya sudah ditangan, tapi masih saja mas Kirom ngomporin buat naik Mulyo indah hahaha.

Makan malam tiba, mas Kirom mengajak ku ke burjo yang menurut beliau racikan Mie dogdog nya itu paling yahud. (Buat yang mau ke Solo, wajib mencoba Mie dogdog, walau jajanan yang biasa tapi sensasi nya berbeda :p).
Selesai makan malam, langsung ke angkringan untuk sekedar ngemil. Lokasi angkringan yang dipinggir jalan utama yang biasa dilalui bis dari dan menuju Surabaya menyuguhkan pemandangan tersendiri bagi para pecinta bis seperti kami. Bergantian pasukan ATB dan Patas berlalu lalang menggoda kami. Sempat tercetus ide mas Kirom untuk menuju Surabaya malam itu juga hihihi.

Tidak lama hujan turun, suasana jalan yang tadinya ramai pun mulai berkurang, hanya bis bis ATB saja yang sesekali lewat. Setelah hujan berenti, kami kembali ke kostan. Tidak lama dikostan, kembali kami ngebolang, kali ini kedalam kampus UNS, menuju atm karena mas Kirom akan mentransfer untuk temannya yang saat itu sedang dirawat dirumah sakit.
Suasana kampus UNS saat malam sangat sepi, dipenuhi pohon pohon rindang menambah kesan seram tersendiri, sambil menunggu mas Kirom yang sedang mentrasfer, aku melayangkan pandangan kesekitar, berharap bisa menemukan suatu penampakan. ya walau jujur ada rasa parno, namun rasa penasaran mamu mengalahkan rasa parno tersebut.
Kembali ke kostan, kali ini tidak kemana mana lagi, mengobrol santai melepas lelah sambil menonton anime di laptop mas Kirom.
Lelah setelah seharian terus bergerak, akupun tertidur lebih dahulu. sedang mas Kirom masih asik dengan anime di laptop nya.

Jumat, 16 Mei 2014

Turing #5thJombloversary (part 2)

Setelah urusan membeli oleh – oleh selesai, aku dan mas Kirom kembali ke kost-an untuk bersiap ke tirtonadi karna aku akan pulang sore itu juga. Selesai mandi, langsung diajak ketempat makan oleh mas kirom  karna tau bahwa bis 5 Harapan Jaya service makan di RM. Duta ngawi, dan masuk RM Sari Rasa hanya untuk sekedar kontrol saja. Sampailah ke rumah makan sejenis fastfood dengan nama Olive, pilih paket 2 nasi + ayam goreng + soft drink hanya rp. 11.000,- :D wah benar - benar harga kantong anak kost :D

Selesai makan, langsung bergegas ke Terminal Tirtonadi – Solo karna bis akan datang pada pukul 19.30. sampai terminal Tirtonadi langsung menuju agen Harapan Jaya untuk sekedar laporan karna tiket seharga Rp 200.000,- sudah dilunasi oleh mas Kirom sebelum aku sampai ke Solo.
Langsung bergegas ke ruang tunggu terminal sambil menge-charge hp. Sedang berbincang dengan mas Kirom, datang agen Harapan Jaya dan mengembalikan uang makan karna penumang dari Solo tidak mendapat service makan, hanya sarapan pagi saja di Taman Sari 2 nanti.
Melihat kejalur keberangkatan, terdapat Harapan Jaya Galaxy AirS yang sudah standby, tapi itu bukan bis yang akan aku naiki. Jika melihat arsip dari grup HarJay mania, jatah executive nya adalah Jetbus dan keluarga Scorpion dari tentrem. 

Dari pintu masuk terlihat 2 lampu biru diatas body Jetbus sebagai ciri khas disetiap armada PO. Harapan Jaya. Ternyata perkiraan mas kirom meleset, bukan Scorpion X Scania K360 yang masuk, tapi body Jetbus yang pasti dari keluarga Mercy. Masih harap cemas karna armada executive dengan body jetbus di HarJay bisa 1836 atau 1626. Dan jika dilihat dari list yang mengemban armada executive HarJay, jika dapat mercy 1626 sudah termasuk apes, karna di jajaran executive nya berjajar mesin Scania k310, k380, dan yang terbaru k360 serta mercy 1836.
Dan aku sedang beruntung, karna saat masuk parkiran ternyata body bis nya terlihat sangat panjang, dan itu sudah pasti mercy 1836, karna panjangnya lebih dari bis biasa yang hanya 12 meter saja. Senang ternyata dapat bis dengan mesin baru, aku segera naik dan berpamitan serta mengucap terima kasih kepada mas kirom atas semua bantuannya selama turing ini :D *sungkem*

Masuk ke dalam kabin, ternyata kursi nomor 1 sudah diisi oleh orang lain, aku minta untuk bertukar karna aku duduk disitu, tapi orang tersebut tidak mau. Ya tidak apa apa mengalah, lagi pula masih di seat depan, no 2 hehe. Bis berjalan perlahan, sangat terasa kenyamanan dari varian baru mercy di tanah Indonesia ini, dengan pembawaan yang kalem aku serasa dimanjakan oleh PO yang memang mengusung kenyamanannya ini. Saat dilampu merah setelah tirto bersebelahan dengan bis Tingkat kota Solo yang bernama Werkudoro, crew HarJay terlihat senang bisa melihat bis wisata kota Solo tersebut :D

Sepanjang jalan solo – kartosuro bis tetap berjalan santai dan sabar berbeda dengan habit bis muriaan hihi. Hingga akhirnya memasuki daerah boyolali sebuah bis Pahala Kencana menyalip dari sisi kiri. Melihat hal tersebut sang driver menginjak pedal gas lebih dalam, mengejar sang PK hingga akhirnya bisa melewati sang PK tersebut. “wah ternyata kuda nya lari juga, bisa gak tidur nih” pikirku. Kenyamanan yang disuguhkan sang Kuda membuatku tertidur ketika bis mendekati kota salatiga.
Menjelang banyumanik aku kembali terbangun, agak sedikit tersendat namun tetap bisa melaju dengan kecepatan 40 – 60kpj. Menyusuri tol jatingaleh semarang, dapat terlihat pemandangan kota Semarang atas dipenuhi oleh lampu – lampu dari rumah warga yang sangat indah :) aku pun tertidur kembali ketika bis sampai didaerah krapyak.

Kembali terbangun saat bis hampir mencapai RM Sari Rasa. Saat tiba di RM Sari Rasa tidak memakan waktu lama bis langsung berputar keluar rumah makan, aku pun kembali tertidur. Insting bismania ku (gayamu le :p) membangungkan ku saat didaerah subah bis terasa berlari dengan kencang. Aku mengintip ke speedo meter dan melihat jarum menunjuk ke angka 100. “Wow, kuda nya benar benar lari” pikirku. Didepan terlihat bis pariwisata sang bintang biru (Blue Star) sedang slalom dengan truk truk sebagai pion yang dilewati.
Meski dengan panjang yang lebih dari bis besar biasanya, driver dengan santai bisa berlari zig zag melewati rombongan truk truk besar tersebut. Perlahan bis Blue Star pun terkejar, aksi menempelpun diperagakan sang driver hingga saat yang tepat bis Blue Star pun dapat dilewati.  Melewati kota pekalongan, Nampak bis Agra Mas line wonogirian dari arah barat mulai terlihat. Diikuti Kramat Djati ponorogo dan Laju Prima dibelakangnya.

Menjelang pemalang, jalan mulai tersendat dari 2 arah (dari dan menuju Jakarta). Menjelang pertigaan lingkar pemalang, sang driver sedikit berdiskusi dengan crew yang duduk di bangku CB. Dipilihlah untuk masuk Kota. Setelah negosiasi dengan petugas, bis akhirnya dierbolehkan melewati kota. Mungkin sang petugas juga maklum karna melihat jalan yang tersendat tersebut. Sesaat sebelum kembali ke jalur pantura jawa tengah, Nampak bis bis muriaan sudah melintas. Diawali dengan Bejeu, kemudian Haryanto dan juga New Shantika Barxolid (kressan bis Barxolid yang aku naiki sebelumnya). Nampak juga Gunung Harta dan Sindoro Satria Mas, Aku pun kembali tertidur.

Aku kembali terbangun ketika melewati kota brebes bis yang aku naiki terlibat kejar kejaran dengan Karina MB OH 1626. Karina terlihat sangat gesit dan mencoba menjauh dari kejaran Kuda Tulung Agung ini. Driver bis ku tetap menjaga gap dan mencoba mendekati Karina berkali kali, namun berkali kali tersendat karna ada kendaraan lain yang menutup laju bis. Yang membuatku takjub dari Harapan Jaya ini adalah, saat mencoba menyalip dari kiri, dan ternyata ada pengendara motor, maka sang driver akan mengarahkan bis nya kembali ke lajur kanan menempel Karina. Berbeda dengan bis bis yang pernah aku naiki, jika terjadi hal tersebut maka sang driver akan meng-klakson pengendara motor sebagai tanda meminta jalan :D.
Menjelang pejagan, sang Karina akhirnya bisa dilewati. Namun ketika sudah masuk tol Pejagan, karina kembali melewati bis ku ini. Tanpa butuh waktu lama Karina menghilang dikegelapan malam, meninggalkan kelap kelip lampu sign saat meng-over take kendaraan lainnya. Aku mengintip speedometer dan ternyata hanya menyentuh 90Kpj, berbeda dengan saat mengejar Blue Star di subah yang selelu menyentuh 100kpj. Memang untuk MB OH 1836 speed dibatas hingga 100Kpj saja. Kembali, aku pun merebahkan kursi dan tertidur dibuai ayunan suspensi udara yang sangat nyaman tersebut.


Aku pun terbangun ketika bis terjebak kemacetan didaerah ciasem. Sistem buka tutup diberlakukan, namun Beberapa bis yang tidak sabaran dengan paksa mengambil jalur lawan menambah kemacetan. Dalam barisan kendaraan yang mengambil jalur lawan tersebut terdapat 1 bis Harapan jaya, melihat hal tersebut driver bis yang aku naiki ini memarahi crew bis harapan jaya tersebut melalui kaca pintu driver. Ternyata pilihan sang driver untuk tetap dilajur kiri dan tertib dalam antrian sangat tepat, meski merayap namun bisa cepat lolos dari kemacetan. Bis pun dipacu untuk segera sampai di RM Taman Sari 2 guna memberikan snack pagi untuk para penumpang.
Sampai RM Taman Sari 2, seluruh penumpang turun untuk snack pagi. Roti sandwich dan teh manis hangat aku pilih untuk mengganjal perut di subuh itu. selesai menghabiskan snack pagi, aku bergegas ke parkiran dan disan sudah terparkir Mulyo indah dan beberapa bis Lorena – Karina yang sedang beristirahat.

Perjalanan dilanjutkan setelah semua penumpang naik kedalam bis lagi. Pagi itu jalanan cukup lancar karena mengingat hari itu hari libur. Bis diarahkan melalui pintu tol cikopo. Meski berangkat malam dari solo, ternyata bis ini bisa mengejar bis muriaan. Jam 07.12 pagi bis bermacet ria bersama bejeu B11 dan B17 dikarenakan truk yang terbalik. Setelah melewati kemacetan konstan di 90kpj bis menuju exit tol karawang timur untuk menurunkan beberapa penumpang. Kembali menyusuri tol dalam kota dan menjadi bulan bulanan bis lainnya dipagi itu, hingga akhirnya tiba di grogol dan beberapa orang kembali turun, langsung diserbu oleh beberapa tukang ojek.

Tepat jam 09.21 pagi tanggal 31 maret 2014 bis Harapan Jaya seri 5 sampai di Terminal Poris, dan terhitung hanya aku saja yang turun di terminal tempat biasa BMC Banten kopdar tersebut. Tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepada crew bis 5 tersebut, yang tidak hanya mengantarkanku dengan selamat dari solo ke tangerang, tapi juga mengajarkan bahwa tertib dan santun sebagai pengguna jalan itu perlu.

Total 13 jam dari Solo ke Poris sudah termasuk macet, aku menunggang Kuda dari Tulung Agung tersebut, lebih cepat 1 jam dibanding saat aku berkencan dengan mbak Rosalia (Indah) dengan jarak yang sama mungkin karna harapan jaya tidak member service makan di Sari Rasa :D.

Sekali sekali menjajal bis nyaman, dan keluar dari pakem speed hunter ternyata menyenangkan. Semoga secepatnya bisa mencoba bis yang mengusung kenyamanan lainnya. Kompor nya mas kirom panas banget sih. Next time semoga bisa njajal Mulyo Indah Executive atau Raya Super Top ditengah godaan dari Super Executive nya mbak Rosalia (Indah) :D ( Aamiiiiin ).

Oke, sampai sini dulu, nanti dilanjut lagi
Waktunya Gas Jambore Nasional Bismania Community di Malang :D

Kamis, 01 Mei 2014

Turing #5thJombloversary (part 1)



Vakum 3 bulan lebih untuk menulis blog
dan maaf, untuk #Turing Singit part 1 etape 2 dan 3 di skip dulu ._.v
Selamat MayDay untuk para buruh di Indonesia :) #HidupBuruh

Yang ditunggu akhirnya tiba, rapelan gaji dibayarkan juga tepat pertengahan bulan maret itu. Rencana yang disusun dari awal bulan akhirnya bisa terlaksana, Turing seri 5 memperingati masa 5 tahun menjomblo :p.Yups, merayakan jomblo. Karna merayakan hari jadian sudah terlalu mainstream O:)


Langsung aku bergegas menuju terminal poris guna memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 28 maret nanti, tepat pada hari jadi jomblo ku yang ke 5 tahun :p. Sang agen memberikan kursi 2c atau kursi nomor 7 kepadaku. Agak kurang puas dengan seat yang diberikan, aku menanyakan jatah seat untuk penumpang poris. Ternyata seat depan masih kosong. Seakan mengerti keinginanku akhirnya sang agen memberikan seat 3 atau 1c kepadaku. Dengan senang hati aku iyakan tawaran sang agen. Selembar uang merah bergambar bapak soekarno dan hatta berpindah tangan sebagai uang DP karna sang agen belum mengetahui harga fix untuk tanggal 28 karna mengingat akan tiba long weekend.


Sedikit Tanya – Tanya dengan Vena mengenai harga fix untuk tanggal 28 nanti, dapat jawaban bahwa ternyata harga tiket nya adalah Rp 200.000,- . “wah, muriaan naiknya tinggi juga, padahal hanya long weekend saja” batinku. Ternyata Vena juga akan ke Jepara pada tanggal yang sama denganku, namun ia akan naik seri 20 dari Lebak Bulus.


28 Maret 2014


Hari keberangkatan telah tiba, dan surat cuti telah diserahkan kepada atasan sehari sebelumnya. Tinggal packing dan izin kepada orang tua saja.

Ba’da sholat jumat langsung bersiap untuk pergi ke terminal poris, mengingat keberangkatan jam 15.00. Jam 14.30 tiba di terminal poris dan langsung menuju agen untuk melunasi tiket yang sebelumnya telah di DP. Setelah menyelesaikan urusan pelunasan tiket langsung berkeliling untuk melihat bis – bis yang akan mengarungi aspal pantura hari itu.
 Tak disangka, teman kerjaku sekaligus admin Ramayana lovers ternyata turing juga, hanya saja dia ikut Nusantara NS71 untuk ke semarang dan akan lanjut ke magelang. “tidak selamanya mania ikut bis pujaannya, ada kalanya untuk mencoba rasa yang berbeda” :). Tidak lama kami berbincang karena bis New Shantika serie 5 dengan julukan Barxolid “Maxalmina” yang akan mengantarku mengarungi pantura segera diberangkatkan.
 

Bis langsung keluar poris menuju kalideres menyusul PO. Haryanto HR94 yang telah start duluan. Di terminal Kali Deres ini banyak penumpang yang naik, hingga tinggal tersisa beberapa seat saja. Bis kembali bergerak menuju agen Rawa Buaya untuk menaikan beberapa penumpang. Dan ternyata penumpang yang ditunggu belum datang juga. Hingga akhirnya menjelang maghrib penumpang tersebut baru datang. Ya bisa ditebak, bukan hanya penumpang saja yang kesal menunggu, tapi crew pun ikut kesal karena keterlambatan tersebut.


Setelah proses menunggu yang lama tadi, bis langsung masuk kembali ke tol Rawa Buaya dan langsung dengan kecepatan penuh menuju exit tol meruya, mengarah ke tol dalam kota Jakarta. Ndilalah, baru sampe kebon jeruk sudah terlihat antrian yang sangat panjang, dan dalam antrian tersebut terlihat sosok bis putih dengan motif oranye, bisa ditebak bahwa itu si 5B dengan julukan Panoramic, salah satu armada New Shantika yang mengemban tugas melayani rute Jepara – Merak. “tidak kah kau salah jalan panoramic? Tol dalam kota sudah pasti macet di jam pulang para pengais rezeki di ibukota Negara kita ini, sudah jarak yang jauh, kau pun harus berlama disini” ucapku dalam hati, melihat sang Panoramic yang dahulu biasa lewat depan gang rumahku dan langsung ke tol JORR untuk menuju Jepara. Biarpun macet, macetnya tidak separah di tol dalam kota ini.


Menghilangkan bosan, aku bbm temanku yang sedang berada didalam kabin NS71 untuk menanyakan posisi nya. Dan ternyata posisi nya sudah masuk tol japek, jauh didepan bis ku yang masih saja di fly over tomang. Tak lupa menanyakan posisi Vena yang berangkat via Lebak Bulus dengan bis serie 20 nya, namun belum ada balasan, dan akupun tertidur.
masih di tomang -_-


Bangun masih di daerah senayan dan teringat saat turing dengan crew singit pasca lebaran lalu dengan HR93 “New Tatto 505” dimana saat itu juga didaerah senanyan ini sedang diguyur hujan, akupun tertidur lagi, selain karna bosan dengan kemacetan Jakarta sore itu, seat Barxolid yang sangat tebal itu sama dengan serie 8 “Elegance” Rawamangun memanjakan tubuh ini dan juga didukung chassis Mercy 1626 yang built in air suspension sangat empuk dan postur body-nya yang non HD sehingga bis jadi lebih stabil dan nyaman. Seat Aldilla tebal itu sedikit kurebahkan tanpa memperdulikan dua sejoli yang duduk tepat dibelakang seatku, semacam iri dengan dua sejoli itu hingga aku berbuat arogan hahaha.


Terbangun kembali ketika akan memasuki gerbang tol cikarang utama, dari arah sebaliknya juga terlihat antrian yang amat panjang. Lepas gerbang tol keadaan lebih lengang sehingga bis bisa dipacu dengan cepat, sempat meng-overtake pahala kencana dan beberapa bis cirebonan. Hingga akhirnya bis diarahkan melalui klari karna menjemput 1 penumpang lagi, yang tidak lain adalah salah satu dari suami penumpang bis seri 5 ini.


Grup whatsapp bmc banten tidak hentinya saling mengabarkan kondisi jalan pantura, mas bayu yang lebih dulu jalan mengabarkan bahwa kemacetan tidak lain terjadi didaerah ciasem dan pasar patrol karna kebakaran.

Aku hanya bisa pasrah mendengar kabar tersebut, sambil menikmati kemacetan dipantura jabar ini yang disebabkan oleh perbaikan jalan. Banjir yang melanda jalur pantura membuahkan sebuah PR besar bagi pemerintah, lubang disana sini membuat kendaraan berjalan lambat, bahkan menyebabkan diharuskannya menggunakan satu jalur untuk arah dari dan menuju ke Jakarta.
Bersama HR92 berdua melewati padatnya kendaraan, sesekali merampas jalur lawan. yang lucu adalah saat bis ku mengantri dikemacetan, melihat jalur lawan kosong sebuah bis Kramat Djati nekat buka jalur, namun ternyata setelah badan bis melewati celah diantara pembatas jalur, dari arah berlawanan datang kendaraan yang hendak mengarah ke jakarta, karna ternyata terdapat sistem buka tutup akibat perbaikan jalan, sehingga bis Kramat Djati harus mandek dan menyebabkan kemacetan hahaha.


Mendekati rumah makan Barokah Indah, tempat bis - bis New Shantika memberikan service makan untuk para penumpangnya, terlihat penyebab kemacetan yaitu perbaikan jalan yang mengarah ke timur. Ketika sampai di rumah makan terparkir beberapa bis New Shantika yang ternyata ikut terlambat karna kemacetan tadi, diantaranya seri 18 “Flexible”, seri 8 Scania K380, seri 5c “Stereo”, BI3 dan disusul seri 5B "Panoramic". juga terdapat bis Laju Prima dan Laju Utama yang sedang beristirahat.
bersama panoramic dan laju prima



Makan malam yang bisa dibilang makan Sahur ini semakin diperparah dengan sajian prasmanan yang buruk, nasi yang keras, lauk yang belum diangetin dan kuah sayur saja. Ku pilih lauknya adalah telur dengan bumbu, dengan niat untuk membasahi nasi yang keras agar lebih lunak. Ternyata pikiranku meleset, justru makan sahur tersebut jadi semakin aneh karna kuah/bumbu telur nya sudah asam karna tidak dihangati. Akhirnya hanya air teh hangat saja yang aku habiskan untuk mengganjal rasa lapar. Ya mungkin hanya ini saja kekurangan dari New Shantika :| ada baiknya pindah rumah makan saja ._.v “just suggest, no offense”


Selesai service makan malam (sahur tepatnya) bis kembali melanjutkan perjalanan, kali ini lingkar kemudi dipegang oleh driver tengah yang lebih muda. Pembawaannya cepat dan agresif, sayang tidak ada lawan yang sebanding, hanya truk – truk besar yang jadi lawannya. Sambil mengemudi, driver tengah menelpon rekannya seri 5 juga yang sedang menuju Jakarta untuk buka jalur saja jika mendekati rumah makan barokah indah, aku senyum senyum sendiri mendengar usul yang nyeleneh itu hihihi.


memasuki tol palikanci laju bis semakin cepat, jalan tol yang sepi membuat lari seri 5 ini tak terhentikan, didukung body non high deck membuat bis stabil hingga kecepatan tetap dipertahankan meski jalan yang tidak rata tersebut. Lepas pejagan dan mengarah ke brebes bis berhasil mengejar beberapa santoso dan dedy jaya, dari arah berlawanan Nampak bis – bis Jawa timuran mengarah ke Jakarta terlihat, diantaranya adalah rombongan bis Pahala Kencana, Harapan Jaya dan Lorena. Sedang asik membuntuti bis Santoso, dengan urutan bis Santoso, sedan, kijang dan bis 5 yang saya naiki hamper saja terjadi tabrakan beruntun karna dengan tiba tiba bis Santoso berhenti mendadak padahal didepannya tidak ada apa apa. Kijang yang ada didepan bis 5 langsung banting stir ke kiri diikuti bis 5 yang saya naiki dengan sebelumnya melakukan rem paku sehingga para penumpang terbangun dan sandal para penumpang yang ada dibawah berpindah menumpuk didepan. Setelah kejadian menegangkan tadi, rasa kantuk kembali menghampiriku, mempengaruhiku untuk menyandarkan diriku diseat Aldilla tebal yang disebut President Suit itu.


Aku terbangun ketika lampu kabin bis dinyalakan dan seruan crew bis seri 5 ini untuk melaksanakan Sholat Subuh. Ini dia salah satu kelebihan yang kusuka dari new Shantika, dimana bis akan berhenti untuk memberi kesempatan penumpang melaksanakan sholat :D aku perhatikan saat itu masih didaerah Pemalang.


Selesai sholat, tak lupa aku abadikan sosok putih hitam tersebut dengan kamera hp ku, dan crew pun mengisyaratkan para penumpang untuk kembali naik bis guna melanjutkan perjalanan. Kembali lingkar kemudi dipegang oleh driver pinggir, sosok tua yang sedang tidak fit, sehingga bis tidak dipaksa untuk berlari. Pembawaan yang tidak terlalu cepat namun konstan membuat bis 5 ini dapat mengejar new Shantika lainnya, yaitu 5C yang sudah jalan duluan. Sepanjang jalur batang bis membuntuti sang 5C, yang tidak lain adalah Janda dari para crew bis Barxolid yang aku naiki ini.

Dijalur alas roban, berdua bis 5 dan 5C menuruni bukit yang berkelok kelok melewati barisan truk yang berjalan lambat. Terlihat driver 5C lebih agresif dibanding driver bis 5 ini, bis 5C mulai menghilang bersembunyi dibalik badan besar truk truk tersebut, hingga akhirnya terkejar kembali saat akan check di RM Bukit Indah. Selesai check, bis 5C berangkat terlebih dahulu. Didaerah Kendal lingkar kemudi kembali dipegang driver tengah, tanpa buang waktu langsung menginjak pedal gas dalam dalam karna hari sudah terang.
 saat subuhan di Pemalang
ngintip dari belakang 5c "Stereo"
tempel terus 5c, ngeblong PEC Transport



Kulihat jam menunjukan pukul 8 pagi saat akan Memasuki kota semarang, aku pun mengabarkan Vena bahwa aku tidak jadi ke jepara karna sudah kesiangan dan harus ke Solo, beberapa penumpang turun di lampu merah krapyak, aku pun bersiap siap karna akan turun di terminal terboyo. Kusempatkan untuk bbm mas abby dan mas senna. Seketika aku panik ketika bis berbelok kearah tol semarang, aku berpikir bahwa bis tidak akan lewat terboyo. Akupun berharap – harap cemas dan pasrah bahwa akan turun di kudus.

setelah diingat – ingat bis yang kesiangan melewati semarang tidak boleh lewat kota, dan harus lewat tol semarang yang nanti nya tetap akan melewati terminal terboyo. “keasikan berlama – lama  di bis nyaman bikin gua jadi amnesia nih” batinku sambil disertai senyum karna ingat akan kebodohanku sendiri.


Jam 08.34 bis mendekati terminal terboyo, dan dua sejoli yang duduk dibelakangku turun universitas muhammadiyah semarang (cmiiiw), tak jauh dari situ akupun turun didepan pintu masuk terminal terboyo. Akupun bergegas turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew New Shantika seri 5 Barxolid, yang telah mengantarku ke semarang.


Hampir 18 jam untuk jarak Tangerang – Semarang, puas menikmati perjalanan dengan bis nyaman sebagai pembuka dari turing #happy5thjombloversary ku 


Bersambung……